PravadaNews – Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia sekaligus Ketua Fraksi Partai Demokrat DPR RI Edhie Baskoro Yudhoyono menyampaikan duka cita yang mendalam atas berpulangnya mantan Menteri Pertahanan Juwono Sudarsono.
Pria yang akrab disapa Ibas ini menilai, kepergian Juwono merupakan kehilangan besar bagi bangsa Indonesia, mengingat kontribusi dan pengabdiannya yang panjang di bidang pertahanan dan pemikiran strategis nasional.
Bagi Ibas, sosok Juwono bukan sekadar pejabat negara, melainkan seorang intelektual besar, guru bangsa, dan teknokrat sejati yang telah mendedikasikan seluruh hidupnya untuk kemajuan Indonesia lintas generasi kepemimpinan.
Baca juga: Mahfud: Juwono Sosok Ilmuwan Visioner
“Innalillahi wa inna ilaihi raji’un. Hari ini Indonesia berduka. Kita kehilangan salah satu putra terbaik bangsa, seorang begawan ilmu hubungan internasional dan pertahanan yang sangat bersahaja. Atas nama pribadi, keluarga, dan Fraksi Partai Demokrat, saya menyampaikan belasungkawa sedalam-dalamnya kepada keluarga yang ditinggalkan,” kata Ibas di Jakarta, Minggu (29/3/2026).
Ibas mengenang Juwono sebagai sosok unik yang dipercaya oleh berbagai era kepemimpinan nasional, mulai dari masa Presiden Soeharto hingga Presiden ke-6 RI, Bapak Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).
Dedikasinya sebagai Menteri Pertahanan pada masa kepemimpinan Gus Dur dan SBY mencatatkan sejarah penting dalam reformasi sektor pertahanan dan keamanan nasional.
Tak hanya itu, Juwono merupakan sosok yang mampu menjembatani berbagai dinamika politik dengan profesionalisme dan integritas yang luar biasa.
“Jasa beliau sangat besar dalam meletakkan fondasi pertahanan negara yang modern namun tetap mengedepankan nilai-nilai demokrasi,” ucap Ibas.
Ibas juga menyoroti peran multifaset almarhum yang pernah menjabat sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan di masa Presiden Habibie serta Menteri Negara Lingkungan Hidup.
“Beliau adalah contoh nyata abdi negara yang tuntas. Di mana pun beliau ditempatkan, beliau selalu memberikan standar moral dan intelektual yang sangat tinggi,” ungkap Ibas.
Sebagai pimpinan MPR RI, Ibas juga mengagumi konsistensi almarhum dalam dunia pendidikan sebagai Guru Besar Ilmu Hubungan Internasional Universitas Indonesia.
Menurutnya, warisan pemikiran Prof. Juwono akan terus hidup melalui ribuan murid dan karya-karya ilmiahnya. Hal itu terbukti dengan sederet penghargaan yang terima, mulai dari Bintang Mahaputera Adipradana hingga yang terbaru Bintang Mahaputera Adipurna dari Presiden Prabowo Subianto pada Agustus 2025, adalah bukti nyata negara sangat menghargai ketulusan pengabdian Juwono.
“Beliau mengajar kita kekuasaan adalah amanah untuk mendidik dan melayani,” tegas Ibas.
Dengan begitu, Ibas mengajak masyarakat untuk mendoakan almarhum agar mendapatkan tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa.
“Selamat jalan, Prof. Juwono Sudarsono. Terima kasih atas segala bimbingan, dedikasi, dan teladan yang telah diberikan bagi bangsa ini. Semoga segala amal ibadah almarhum diterima di sisi Allah SWT, dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan serta kekuatan,” tutur Ibas.















