PravadaNews – Indonesia bersiap menghadapi musim kemarau tahun 2026 yang diperkirakan akan dimulai secara bertahap pada bulan April, menurut rilis terbaru dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).
Peralihan musim ini diproyeksikan akan melanda berbagai wilayah di Tanah Air secara berurutan, dimulai dari beberapa daerah yang akan merasakan dampak awal sebelum pola cuaca kering ini menyebar lebih luas ke seluruh penjuru negeri dalam beberapa bulan ke depan.
Baca juga: BMKG Peringatkan Cuaca Ekstrem di Sulut
Transisi ini menuntut kesiapsiagaan dari berbagai sektor, mulai dari pertanian yang bergantung pada ketersediaan air, hingga mitigasi potensi risiko kekeringan dan kebakaran hutan yang seringkali mengiringi datangnya musim kemarau panjang.
Informasi mengenai wilayah yang sudah masuk musim kemarau penting diketahui masyarakat sebagai acuan dalam mengantisipasi cuaca kering, terutama di sektor pertanian, sumber daya air, hingga aktivitas harian. Lalu, wilayah mana saja yang sudah mengalami kemarau.
BMKG menyampaikan sebagian wilayah Indonesia telah memasuki musim kemarau pada April 2026. Berdasarkan jumlah Zona Musim (ZOM), sekitar 7 persen wilayah Indonesia atau 49 ZOM tercatat sudah mengalami musim kemarau.
Adapun wilayah yang sedang mengalami musim kemarau meliputi:
Sebagian kecil Aceh
Sebagian kecil Sumatera Utara
Sebagian kecil Riau
Sebagian Sulawesi Tengah
Sebagian Sulawesi Selatan
Sebagian Sulawesi Tenggara
Sebagian kecil Nusa Tenggara Barat (NTB)
Sebagian kecil Nusa Tenggara Timur (NTT)
Sebagian Maluku
Sebagian kecil Papua Barat
Data tersebut menunjukkan kemarau mulai terjadi di sejumlah wilayah secara terbatas dan belum merata di seluruh Indonesia. BMKG menegaskan awal musim kemarau memang berlangsung bertahap sesuai dinamika atmosfer dan pergerakan monsun.















