Pembeli memilih cabai rawit di Pasar Kemiri, Depok, Jawa Barat. (Foto: Dok. PravadaNews)

Beranda / Ekonomi / Harga Cabai Uji HAP RI Pasca Iduladha

Harga Cabai Uji HAP RI Pasca Iduladha

PravadaNews – Harga cabai menguji efektivitas kebijakan stabilisasi pangan Badan Pangan Nasional (Bapanas) pasca-Iduladha 1447 Hijriah/2026 Masehi karena masih bergerak di atas Harga Acuan Penjualan (HAP). Tekanan itu terlihat pada komoditas hortikultura yang rentan dipengaruhi distribusi, sebaran sentra produksi, dan perbedaan masa panen antarwilayah.

Komoditas cabai menjadi sorotan setelah hari besar keagamaan karena pergerakan harganya lebih cepat dibandingkan sejumlah pangan pokok lain. Direktur Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) Bapanas, Maino Dwi Hartono, mencatat persoalan harga pangan tidak hanya berkaitan dengan ketersediaan stok nasional, tetapi juga kelancaran pasokan dari sentra produksi ke pasar konsumen.

“Memang yang menjadi catatan kita bersama itu distribusi, karena sentra-sentra produksi belum merata di semua wilayah dan periode (panen) waktunya tentunya juga berbeda-beda antarwilayah,” jelas Maino dalam keterangan resmi melalui laman badanpangan.go.id, Minggu (31/5/2026).

Baca juga: Ini Kata Mendagri Penyebab Harga Cabai Merah Naik

Maino menyampaikan kondisi harga pangan nasional secara umum masih relatif terkendali setelah Iduladha meski dunia menghadapi ketidakpastian akibat gejolak geopolitik. Penurunan inflasi nasional pada April 2026 menjadi salah satu indikator bahwa tekanan harga pangan masih dapat dijaga.

“Kalau kita bicara kondisi harga pangan, kita harus bersyukur terlebih dahulu dengan situasi global dunia hari ini yang tidak menentu, tapi kondisi neraca pangan kita secara nasional masih cukup kuat,” ungkap Maino.

Dalam pantauan Bapanas hingga 29 Mei 2026, tekanan harga masih terlihat pada komoditas hortikultura. Bawang merah tercatat Rp47.185 per kilogram atau berada di atas HAP tertinggi Rp41.500 per kilogram.

Cabai merah keriting juga berada di atas acuan dengan harga Rp60.638 per kilogram dari HAP maksimal Rp55.000 per kilogram. Kondisi tersebut membuat cabai dan bawang menjadi komoditas yang perlu diperhatikan dalam pengendalian harga pasca-Iduladha.

Berdasarkan pantauan PravadaNews.com melalui Data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Nasional yang dikelola Bank Indonesia (BI), tekanan harga cabai masih berlanjut pada awal Juni 2026. Harga cabai rawit merah tercatat Rp77.350 per kilogram pada Senin (1/6/2026) pukul 13.23 WIB.

Data PIHPS juga mencatat harga cabai merah besar sebesar Rp64.050 per kilogram dan cabai merah keriting Rp63.050 per kilogram. Sementara itu, cabai rawit hijau berada di level Rp47.100 per kilogram.

Di luar cabai, PIHPS mencatat bawang merah ukuran sedang sebesar Rp49.750 per kilogram dan bawang putih ukuran sedang Rp38.450 per kilogram. Pergerakan tersebut menunjukkan cabai masih menjadi penguji utama kebijakan stabilisasi pangan dua hari setelah Iduladha, terutama ketika harga di pasar konsumen bergerak di atas acuan yang ditetapkan pemerintah. (Nur Aida Nasution)

Tag:

Sign Up For Daily Newsletter

Stay updated with our weekly newsletter. Subscribe now to never miss an update!

I have read and agree to the terms & conditions

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *