Ilustrasi Judi Online (Judol). (Foto: PravadaNews)

Beranda / Nasional / Judol Bikin Senyum Jadi Sengsara

Judol Bikin Senyum Jadi Sengsara

PravadaNews – Fenomena perjudian online atau judi online (judol) kian marak di tengah masyarakat, menawarkan iming-iming kemenangan instan yang justru berujung kerugian besar. Banyak pemain awalnya merasakan “kemenangan kecil” yang seolah membuktikan permainan tersebut menguntungkan.

Namun di balik itu, kemenangan tersebut kerap menjadi strategi untuk menarik pemain agar terus bertaruh hingga akhirnya mengalami kekalahan yang jauh lebih besar, ibarat kata judol bikin senyum jadi sengsara.

Salah satu pemain judol berinisial UG yang tinggal di Kebayoran Lama Selatan, Jakarta Selatan misalnya. Di awal UG Deposit sebesar Rp100 ribu rupiah, lalu UG mainkan deposit tersebut di salah satu aplikasi game yang ada di permainan judol tersebut. Dengan modal deposit tersebut dia berhasil memenangkan sebesar 1,5 juta rupiah.

“Saat itu sangat menggiurkan, uang 100 ribu bisa jadi 1,5 juta rupiah. saat itu gue seneng banget,” ujar UG kepada PravadaNews, Selasa (7/4/2026).

Namun, di hari berikutnya dia kembali bermain di situs yang sama. seperti biasa UG deposit sebesar RP100 ribu, mulanya masih di kasih kemenangan tipis. Akan tetapi, tak lama kemudian permainannya kalah, sehingga saldo di dalam akunnya nol.

Baca juga: Main Judol Hidup Bisa Ambyar

“Awalnya, gue seneng banget masih dikasih kemenangan, eh ternyata nggak lama kalah,” ucap UG.

Setelah itu, dia deposit lebih besar lagi sebesar Rp500 ribu. Tak sampai satu jam saldonya kembali kosong alias kalah lagi. semakin nafsu dia bermain, kali ini dia deposit 1 juta. Alhasil, dalam permainan tersebut kembali kalah, sehingga dia harus meminjam duit temannya untuk deposit lagi.

“Gue pinjam 2 juta ke teman gue langsung deposit semua,” ketus UG.

Tak lama dia bermain, saldonya kembali nol, alias kalah. Setelah kalah dalam mainan tersebut, dia berusaha lagi pinjam sama teman-temannya, namun apa daya, temannya tak ada yang mau kassih pinjam, entah tak ada uang atau tidak mau pinjamkan. Akhirnya jalan pintas pun UG ambil, yakni meminjam pinjaman online (Pinjol) sebesar 13 juta.

“Abis nggak ada yang minjemin, akhirnya gue pinjem di pinjol aja,” kata UG.

Dengan uang tersebut, dia deposit semua, mencoba untuk mengadu di pemainan dengan taruhan yang lebih besar, dengan harapan akan memenangkan uang yang lebih besar lagi. Namun apa boleh dikata, ternyata harapan itu sirnah, UG kembali mengalami kekalahan.

Akhirnya hidupnya sekarang ini tidak tenang, dia setiap hari harus menanggung tagihan dari pinjol dan temannya. UG mengaku menyesal atas perbuatannya tersebut. dan sampai sekarang hutang itu belum bisa dilunasi

“Gue nyesel banget. Asli gue ngggak akan main lagi,” sesalnya.

Tak sampai di situ, selain mempunyai hutang yang banyak kehidupan keluargannya juga hancur. perekonomiannya sulit, sering bertengkat dengan istrinya, bahkan anak-anaknya tak terurus.

Sementara itu, Pakar Ekonomi Syariah Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Satria Utama mengatakan, judi online (judol) memiliki daya rusak yang lebih tinggi karena menyasar kelompok masyarakat yang rentan secara finansial. Dampak nyata terlihat dari pola konsumsi keluarga.

Sistem dalam platform judol dirancang sedemikian rupa untuk menciptakan ilusi kemenangan di tahap awal. Hal ini membuat pemain merasa percaya diri dan meningkatkan jumlah taruhan secara bertahap. Tanpa disadari, pola ini mendorong pemain masuk ke dalam siklus kecanduan yang sulit dihentikan.

Tak sedikit kasus menunjukkan pemain yang awalnya hanya mencoba, akhirnya terjerat utang hingga menjual aset pribadi. Kondisi ini diperparah dengan akses yang semakin mudah melalui perangkat ponsel, serta promosi agresif di media sosial yang menyasar berbagai kalangan, termasuk anak muda.

Pemerintah sendiri telah berulang kali menegaskan komitmennya untuk memberantas praktik judi online melalui pemblokiran situs dan penindakan hukum. Namun, upaya tersebut dinilai perlu diimbangi dengan edukasi yang lebih masif kepada masyarakat mengenai risiko dan dampak jangka panjang dari judol.

Dengan demikian, istilah tersebut menjadi gambaran nyata dari praktik judi online, di mana kemenangan di awal justru menjadi pintu masuk menuju kerugian yang lebih besar. Masyarakat diimbau untuk lebih waspada dan tidak mudah tergiur oleh janji keuntungan instan yang pada akhirnya dapat merusak kondisi finansial maupun sosial.

Tag:

Sign Up For Daily Newsletter

Stay updated with our weekly newsletter. Subscribe now to never miss an update!

I have read and agree to the terms & conditions

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *