Menteri Ketenagakerjaan Yassierli (Foto: Humas Kemenaker)

Beranda / Ekonomi / Menaker Pastikan Pasar Kerja Tak Goyah di Tengah Krisis Global

Menaker Pastikan Pasar Kerja Tak Goyah di Tengah Krisis Global

PravadaNews – Menteri Ketenagakerjaan Yassierli menegaskan pemerintah tengah menyiapkan langkah cepat untuk menjaga terbukanya peluang kerja di tengah tekanan ketidakpastian geopolitik global terhadap sektor industri.

Adapun upaya ini diarahkan agar para pencari kerja lebih mudah mengakses informasi lowongan dan pelatihan yang sesuai dengan kebutuhan pasar.

Forum tersebut digelar bersama American Chamber of Commerce in Indonesia dan firma hukum SSEK.

Dalam sambutannya, Yassierli menekankan bahwa penguatan sektor ketenagakerjaan nasional tidak dapat dilakukan secara parsial.

Ia menyebut kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, dan tenaga kerja sebagai kunci menjaga stabilitas pasar kerja.

“Indonesia tak bisa hanya menunggu masalah terjadi. Kita harus bergerak cepat agar pasar kerja tetap stabil,” kata Yassierli dikutip Rabu (8/4/2026).

Yassierli menambahkan, pihaknya saat ini juga tengah menyiapkan sejumlah langkah, antara lain yaitu sistem peringatan dini pemutusan hubungan kerja (PHK), penguatan dialog antara perusahaan dan pekerja, serta percepatan program pelatihan dan peningkatan keterampilan.

Yassierli juga menyoroti masih adanya kesenjangan antara kompetensi tenaga kerja dan kebutuhan industri.

Yassierli mengklaim banyak lowongan tersedia, namun belum terhubung secara efektif dengan pencari kerja karena keterbatasan informasi dan ketidaksesuaian kualifikasi.

Dalam rangka mengatasi hal itu, Yassierli mengatakan pemerintah juga telah mendorong perusahaan melaporkan kebutuhan tenaga kerja melalui platform KarirHub SIAPKerja.

Langkah ini diharapkan membuat proses rekrutmen lebih transparan dan mudah diakses masyarakat.

Selain memperluas akses kerja, Yassierli menekankan pentingnya pelatihan vokasi yang selaras dengan kebutuhan industri.

Yassierli juga mengajak AmCham terlibat dalam pengembangan keterampilan pekerja, khususnya pada segmen low hingga medium skill, agar lulusan pelatihan lebih siap memasuki dunia kerja.

“Selain menyiapkan peluang kerja, kita juga mendorong akses setara bagi penyandang disabilitas. Dunia kerja yang sehat bukan hanya soal pertumbuhan, tapi juga soal kesempatan yang adil untuk semua,” ujarnya.

Di sisi lain, ia mengingatkan bahwa perkembangan teknologi, termasuk kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence, akan membawa perubahan besar dalam dunia kerja.

Yassierli juga menambahkan pemerintah berupaya memastikan pasar tenaga kerja menjadi lebih adaptif dan inklusif.

“Semua tantangan ini harus kita hadapi bersama demi stabilitas pasar kerja nasional,” pungkas Yassierli.

Tag:

Sign Up For Daily Newsletter

Stay updated with our weekly newsletter. Subscribe now to never miss an update!

I have read and agree to the terms & conditions

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *