PravadaNews – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Selatan (Sulsel) melalui Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Kadispora) Suherman mengaku belum dapat memberikan penjelasan lebih jauh terkait penyebab mangkraknya pembangunan Stadion Barombong yang hingga kini tak kunjung rampung.
Di tengah ketidakpastian nasib proyek tersebut, Pemprov Sulsel justru mulai mengarahkan fokus pada rencana pembangunan stadion sepak bola baru di kawasan Sudiang, Kota Makassar.
Langkah ini dinilai semakin memperkuat sinyal kelanjutan pembangunan Stadion Barombong kian tidak jelas, bahkan berpotensi dihentikan sepenuhnya, seiring pergeseran prioritas pemerintah daerah terhadap proyek infrastruktur olahraga yang baru.
Baca juga: Kejati Sulsel akan Tindaklanjuti Kasus Barombong
“Prinsipnya, kan kita, sementara semuanya kita sudah membangun juga stadion yang ada di Sudiang. Stadion internasional ya,” ungkap Suherman dikutip Minggu (26/4/2026).
Di sisi lain, Suherman mengakui masih terdapat persoalan di dalam pembangunan stadion sepak bola Barombong tersebut. Salah satunya, yakni mengenai permasalahan sengketa lahan antara Pemprov dengan pihak swasta.
Selain itu, Suherman menekankan prinsipnya Pemprov Sulsel akan terus mengupayakan untuk mencarikan solusi memberikan fasilitas sarana dan prasarana olahraga terhadap masyarakat.
“Kalau di Barambong itu memang masih ada sedikit masalah persoalan lahannya,” pungkas Suherman.
Seperti diketahui, polemik mangkraknya Stadion Barombong yang terjadi puluhan tahun itu semestinya mendapat perhatian serius dari pemerintah pusat atau legislatif parlemen di Senayan.
Salah satu perwakilan Anggota Komisi III DPR RI Rudianto Lallo yang juga cukup dikenal sebagai putra daerah Makasar belum juga menanggapi masalah mangkraknya stadion Barombong tersebut.
Padahal pembangunan stadion ini diduga telah berpotensi merugikan uang negara jumlah fantastis yang cukup besar yang diambil dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) dan Angaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD).















