PravadaNews – Pertemuan antara Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto dengan Presiden Rusia, Vladimit Putin di Istana Kremlin, Moskow, menghasilakan sejumalh kesepakatan termasuk di sektor energi.
Pertemuan kedua pemimpin negara yang berlangsung selama 5 ham itu sangat hangat dan penuh keakraban. Keduanya saling berdiskusi terkait kerja sama kedua negara dan geopolitik.
Sekretaris Kabinet (Seskab), Teddy Indra Wijaya mengatakan, pada pertemuan tersebut Presiden Prabowo dan Presiden Putin menyepakati sejumlah poin penting kerja sama strategis di antaranya sektor energi dan sumber data mineral yang menjadi prioritas jangka panjang RI-Rusia.
“Disepakati beberapa poin, antara lain kerja sama di sektor ESDM jangka panjang, termasuk ketahanan energi migas dan hilirisasi,” ujar Teddy dalam keterangannya kepadaw wartawan di Jakarta, Selasa (14/4/2026).
Baca Juga: RI Impor Bahan Baku Plastik dari AS
Selain kerja sama sektor energi, RI dan Rusia berkomitmen untuk memperluas kerja sama pada bidang lain yang berkait langsung dengan pembangunan nasional di antaranya riset dan investasi.
“Keberlanjutan beberapa kerja sama di bidang pendidikan riset teknologi, bidang pertanian, dan bidang investasi di berbagai sektor terutama pembangunan industri di Indonesia,” jelas Teddy.
Teddy mengatakan, posisi Rusia sangat strategis di dunia, selain sebagai negara pemegang hak veto PBB dan pendiri BRICS. Oleh karena, RI berharap kemitraan yang terjalin selama ini bisa berkelanjutan.
“Rusia merupakan salah satu kekuatan besar dunia yang mempunyai sumber daya alam terbesar di dunia,” ujar Teddy.
Pria berlatarbelakang TNI Angkatan Darat itu menambahkan, Presiden Prabowo dan Presiden Putin tercatat terakhir kali bertemu pada Desember lalu di Moskow.
Keduanya sudah lima kali bertemu di berbagai kesempatan dalam satu tahun terakhir ini. Hal ini, kata Teddy, menandakan bahwa hubungan bilateral antara RI-Rusia semakin erat.















