Ilustrasi minyak goreng. (Foto: PravadaNews)

Beranda / Ekonomi / Harga Minyak Goreng Labil dalam Sehari

Harga Minyak Goreng Labil dalam Sehari

PravadaNews – Pergerakan harga minyak goreng kembali menunjukkan dinamika yang cukup cepat dalam satu hari. Setelah sempat mengalami penurunan pada pagi hari, harga minyak goreng di pasaran dilaporkan kembali naik pada sore hari, memicu perhatian masyarakat dan pelaku usaha.

Berdasarkan pantauan terbaru dari Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Nasional yang dikelola oleh Bank Indonesia, dikutip pada Rabu (15/4/2026) pukul pukul 17:18, harga minyak goreng curah mengalami kenaikan sebesar 1,25 persen dan kini berada di level Rp20.250 per liter.

Kenaikan ini terjadi hanya beberapa jam setelah sebelumnya harga sempat turun di kisaran Rp18.800 per liter, menunjukkan fluktuasi yang cukup signifikan dalam waktu singkat.

Baca juga: Kabar Baik! Minyak Goreng Mulai Turun

Tidak hanya minyak goreng curah, kenaikan harga juga terjadi pada minyak goreng kemasan. Untuk minyak goreng kemasan bermerk I, harga tercatat naik sebesar 0,86 persen menjadi Rp23.400 per liter, yang sebelumnya berada di angka Rp22.100 per liter.

Sementara itu, minyak goreng kemasan bermerk II juga mengalami kenaikan sebesar 0,9 persen dengan harga terbaru mencapai Rp22.450 per liter, yang sebelumnya dengan harga Rp21.300 per liter.

Perubahan harga yang terjadi dalam waktu singkat ini menimbulkan kekhawatiran di kalangan masyarakat, terutama bagi rumah tangga dan pelaku usaha kecil seperti pedagang gorengan dan warung makan yang sangat bergantung pada minyak goreng sebagai bahan utama. Fluktuasi harga dinilai dapat memengaruhi perencanaan pengeluaran serta margin keuntungan usaha.

Sejumlah pedagang di pasar tradisional mengaku cukup kesulitan mengikuti perubahan harga yang terjadi begitu cepat. Mereka berharap harga dapat segera stabil agar tidak membingungkan baik penjual maupun pembeli. Kondisi ini juga membuat sebagian pedagang harus menyesuaikan harga jual produk mereka secara bertahap.

Harga minyak goreng naik dalam satu hari ini diprediksikan dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor, seperti perubahan pasokan, distribusi, hingga sentimen pasar terhadap harga bahan baku kelapa sawit. Selain itu, faktor permintaan yang meningkat di waktu tertentu juga bisa memicu kenaikan harga secara cepat.

Pemerintah diharapkan terus memantau kondisi ini dan mengambil langkah yang diperlukan untuk menjaga stabilitas harga di pasar. Upaya menjaga keseimbangan antara pasokan dan permintaan menjadi kunci agar harga minyak goreng tetap terjangkau bagi masyarakat luas.

Meski terjadi kenaikan pada sore hari, masyarakat diimbau untuk tetap berbelanja secara bijak dan tidak melakukan pembelian berlebihan. Dengan demikian, stabilitas harga diharapkan dapat terjaga dan tidak memicu lonjakan yang lebih tinggi di kemudian hari.

Ke depan, pelaku pasar berharap adanya kestabilan harga minyak goreng agar aktivitas ekonomi, khususnya di sektor usaha kecil dan menengah, dapat berjalan lebih lancar tanpa terganggu oleh fluktuasi harga yang terlalu tajam dalam waktu singkat.

Tag:

Sign Up For Daily Newsletter

Stay updated with our weekly newsletter. Subscribe now to never miss an update!

I have read and agree to the terms & conditions

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *