Ilustrasi Cabai. (Foto: PravadaNews)

Beranda / Ekonomi / Harga Cabai Merah Keriting Melonjak Tajam

Harga Cabai Merah Keriting Melonjak Tajam

PravadaNews – Harga sejumlah komoditas cabai di pasar tradisional kembali mengalami kenaikan dalam beberapa hari terakhir.

Berdasarkan data terbaru dari Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Nasional yang dikelola oleh Bank Indonesia, dikutip pada Jumat (17/4/2026) pukul 11:05, salah satu yang mencolok adalah cabai merah besar yang tercatat naik sebesar 1,2 persen.

Kenaikan ini menambah daftar panjang bahan pangan yang mengalami fluktuasi harga di tengah kondisi pasokan yang belum sepenuhnya stabil.

Tak hanya cabai merah besar, lonjakan lebih signifikan terjadi pada cabai merah keriting. Komoditas ini bahkan mengalami kenaikan cukup tajam, yakni sebesar 6,58 persen, dengan harga terbaru mencapai Rp48.600 per kilogram.

Kenaikan drastis ini menjadi perhatian serius, terutama bagi pelaku usaha kuliner yang sangat bergantung pada ketersediaan dan stabilitas harga cabai.

Sejumlah pedagang di pasar mengungkapkan bahwa kenaikan harga cabai dipicu oleh berkurangnya pasokan dari daerah sentra produksi.

Baca juga: Harga Cabai Turun Pasar Kembali Adem

Faktor cuaca yang tidak menentu, seperti curah hujan tinggi, berdampak langsung pada hasil panen petani. Kondisi ini menyebabkan produksi cabai menurun sehingga pasokan ke pasar ikut tersendat.

Selain itu, biaya distribusi yang masih tinggi juga turut memengaruhi harga jual di tingkat konsumen. Kenaikan harga bahan bakar dan ongkos logistik membuat pedagang harus menyesuaikan harga agar tetap memperoleh keuntungan.

Di sisi lain, permintaan cabai di masyarakat cenderung stabil bahkan meningkat, terutama untuk kebutuhan rumah tangga dan industri makanan. Ketidakseimbangan antara pasokan dan permintaan inilah yang akhirnya mendorong harga cabai merangkak naik.

Kenaikan harga ini dirasakan langsung oleh konsumen. Banyak ibu rumah tangga mulai mengeluhkan tingginya harga cabai yang menjadi salah satu bahan utama dalam masakan sehari-hari.

Beberapa di antaranya bahkan mulai mengurangi penggunaan cabai atau mencari alternatif bahan lain untuk menyiasati pengeluaran.

Salah satu ibu rumah tangga asal Tanah Kusir, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Iin mengaku, keberatan soal naiknya Harga Cabai. Iin berpendapat, dengan naiknya harga cabai bisa mempengaruhi dapur.

“Iya, soalnya cabai kepakai setiap hari untuk bumbu dapur,” ujat Iin kepada PravadaNews.

Pemerintah melalui instansi terkait dikabarkan terus memantau perkembangan harga komoditas pangan, termasuk cabai.

Langkah-langkah seperti operasi pasar dan distribusi dari daerah surplus ke daerah defisit tengah dipertimbangkan guna menstabilkan harga di pasaran.

Para pelaku usaha berharap pemerintah dapat segera mengambil tindakan konkret agar lonjakan harga tidak berlangsung lama. Stabilitas harga dinilai sangat penting untuk menjaga keberlangsungan usaha, khususnya di sektor kuliner dan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Kenaikan harga cabai merah besar dan cabai merah keriting ini kembali menunjukkan sektor pangan masih sangat rentan terhadap berbagai faktor, mulai dari cuaca hingga distribusi.

Oleh karena itu, diperlukan sinergi antara pemerintah, petani, dan pelaku distribusi untuk menjaga ketersediaan serta kestabilan harga komoditas di pasar.

Tag:

Sign Up For Daily Newsletter

Stay updated with our weekly newsletter. Subscribe now to never miss an update!

I have read and agree to the terms & conditions

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *