Musisi Indonesia, Afgansyah Reza, Winky Wiryawan, dan Maxime Bouttier dalam poster single AURA. (Foto: Dok. Poplicist)

Beranda / Infotaiment / Afgan, Winky dan Maxime Satukan Tiga Persona di AURA

Afgan, Winky dan Maxime Satukan Tiga Persona di AURA

PravadaNews – Musisi Indonesia, Afgansyah Reza, Winky Wiryawan, dan Maxime Bouttier menyatukan tiga karakter musik berbeda dalam single AURA yang mengusung warna funk-dance.

Diketahui, Afgan mengisi vokal sekaligus menulis lirik AURA yang terinspirasi dari orang-orang dengan aura kuat dan mampu membawa suasana menyenangkan bagi sekitarnya. Gagasan itu menjadi dasar cerita dalam lagu tersebut.

AURA memadukan musik funk dengan karakter vokal rhythm and blues (R&B) Afgan. Winky memainkan gitar, sedangkan Maxime mengambil peran pada drum.

Dalam proses produksi, Afgan sempat memutuskan merekam ulang bagian vokalnya menjelang tahap mixing. 

Rekaman pertama dilakukan ketika kondisi Afgan sedang sakit sehingga hasilnya dirasa belum maksimal.

“Prosesnya berjalan mulus sebenarnya, dari ketika Winky dan Maxime ngajak untuk bikin proyek senang-senang bareng. Tapi, ada momen lucu saat lagu ini sudah mau di-mixing. Aku tiba-tiba tengah malam minta rekam ulang bagian vokal,” ungkap Afgan dalam keterangan yang diterima, Sabtu (3/10/2026).

Setelah melakukan rekaman ulang, Afgan mengaku lebih puas dengan vokal yang digunakan dalam versi akhir AURA. Afgan juga berharap pendengar menyukai hasil kolaborasi ini.

Selain menawarkan musik untuk dinikmati, AURA membawa pesan tentang keberanian menunjukkan keunikan diri. Pesan itu sejalan dengan konsep lagu yang mempertemukan karakter berbeda dari ketiga musisi.

Dalam kesempatan yang sama, Winky menjelaskan ide kolaborasi bermula saat bersama Maxime menghadiri Konser Retrospektif Afgan pada Juli 2026. Pertemuan mereka di belakang panggung kemudian berlanjut menjadi rencana membuat karya bersama.

Menurutnya, kolaborasi tersebut menemukan titik temu dari selera musik mereka.

“Awalnya dari iseng-iseng ngobrol spontan di backstage, untuk bikin sesuatu bareng. Aku dan Maxime sebenarnya punya irisan musik yang mirip di skena musik keras. Kami berdua sama-sama suka musik heavy rock, sementara kalau aku dengan Afgan, tentunya aku juga menyukai funk dan RnB,” ujar Winky.

Adapun Winky dan Maxime kemudian mengirim beberapa demo aransemen kepada Afgan, tapi belum menemukan materi yang disepakati bersama. AURA akhirnya terbentuk setelah ketiganya bertemu dan melakukan sesi jamming.

Setelah lagu ini dirilis, Winky ingin lebih dahulu melihat respons pendengar terhadap perpaduan musik mereka. Ketiganya juga tidak menutup kemungkinan membawakan AURA secara langsung di atas panggung.

Tag:

Sign Up For Daily Newsletter

Stay updated with our weekly newsletter. Subscribe now to never miss an update!

I have read and agree to the terms & conditions

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *