PravadaNews — Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baqaei mengatakan, negara-negara anggota BRICS dan Organisasi Kerja Sama Shanghai (SCO) menolak pendekatan sepihak AS.
Dalam konferensi pers pada Senin (14/9/2026), Baqaei menepis anggapan bahwa Iran dapat diisolasi. Baqaei berpendapat bahwa Iran tidak mungkin dikesampingkan, meskipun beberapa negara mungkin enggan menyatakannya secara terbuka karena sikap tunduk terhadap Washington.
Baqaei menyoroti merosotnya kredibilitas AS, seraya menyebut serangan AS terhadap Iran dan kemitraannya dengan rezim pelaku genosida sebagai kesalahan strategis yang serius.
Masyarakat internasional, termasuk kawasan ini, telah mengakui bahwa tindakan AS telah merusak norma-norma internasional yang krusial bagi perdamaian dan keamanan global, tambahnya.
Diplomat tersebut menuding Washington memanfaatkan PBB demi kepentingan sendiri, mempolitisasi Badan Tenaga Atom Internasional (IAEA), serta melanggar ketentuan Piagam PBB yang melarang penggunaan kekerasan.
“Berbagai negara memanfaatkan platform multilateral seperti SCO dan BRICS baik untuk menyuarakan penolakan maupun merumuskan langkah nyata dalam menanggapi dampak dari perilaku AS,” ujar Baqaei melansir Kantor Berita IRNA, dikutip Selasa (15/9/2026).
Baqaei melanjutkan dengan mengatakan bahwa bahkan sekutu tradisional AS—seperti Kanada, negara-negara Eropa, dan lainnya—mulai menyadari perlunya membendung sikap unilateralisme AS yang agresif dan destruktif.















