Beras Khusus. (Foto: Purnomo/PravadaNews)
Beranda / Nasional / Beras Premium Hilang dari Rak Retail Modern

Beras Premium Hilang dari Rak Retail Modern

PravadaNews – Beras premium berbagai merek mulai sulit ditemukan di sejumlah gerai retail modern. Kondisi tersebut terlihat di salah satu gerai retail modern yang berada di kawasan Jalan Bangka, Jakarta Selatan, pada Kamis (30/7/2026).

Berdasarkan pantauan PravadaNews di lokasi, rak yang biasanya diisi berbagai merek beras premium tampak kosong. Sementara itu, produk yang masih tersedia hanya beras dengan kategori beras khusus.

Belum diketahui secara pasti penyebab kosongnya stok beras premium di gerai tersebut. Namun, kondisi itu membuat pilihan konsumen menjadi lebih terbatas karena hanya tersedia jenis beras tertentu.

Salah seorang pegawai toko yang enggan disebutkan namanya mengatakan, stok beras premium di gerai tersebut memang cepat habis setiap kali datang.

“Cepat abis, kalau dikirim ke toko ini sebulan sekali,” ujar pegawai toko tersebut.

Menurutnya, pasokan beras premium ke gerai tersebut dilakukan sekitar satu kali dalam sebulan. Akibat tingginya permintaan, stok yang tersedia tidak bertahan lama hingga akhirnya rak kembali kosong sebelum pengiriman berikutnya dilakukan.

Kondisi ini terjadi di tengah meningkatnya perhatian publik terhadap peredaran beras premium di pasaran. Dalam beberapa waktu terakhir, isu kualitas beras premium menjadi sorotan setelah pemerintah melakukan pengawasan terhadap sejumlah produk yang beredar.

Meski demikian, belum dapat dipastikan apakah kosongnya stok beras premium di gerai retail tersebut berkaitan dengan distribusi, tingginya permintaan masyarakat, atau faktor lainnya. Hingga kini, produk beras khusus masih menjadi satu-satunya jenis beras yang tersedia di rak penjualan gerai tersebut.

Sejumlah konsumen yang datang ke gerai pun tampak hanya dapat memilih beras khusus sebagai alternatif, sementara rak beras premium masih terlihat kosong hingga siang hari.

Sebelumnya, Komisi IV DPR RI mendesak Kementerian Pertanian untuk memperketat pengawasan kualitas beras yang beredar di pasar, menyusul terungkapnya dugaan praktik penjualan beras premium yang tidak sesuai standar dan disebut telah menimbulkan kerugian hingga Rp100 triliun.

“Ini adalah bentuk pengkhianatan terhadap hak-hak konsumen. Masyarakat membayar beras premium dengan harga yang lebih mahal, tetapi kualitas yang diterima ternyata tidak sesuai standar. Negara harus hadir memberikan perlindungan kepada masyarakat,” ujar anggota Komisi IV DPR RI Fraksi PKB, Hindun Anisah Kamis (30/7).

Hindun meminta Kementerian Pertanian tidak hanya berhenti pada pengungkapan kasus, tetapi terus melakukan pengawasan secara berkala terhadap kualitas beras yang beredar di seluruh Indonesia.

Pengawasan tersebut harus dibarengi dengan pengecekan dan pengujian laboratorium secara rutin agar tidak ada lagi celah bagi pelaku usaha nakal melakukan praktik serupa.

“Kementan harus terus turun ke lapangan melakukan pengawasan, pengambilan sampel, dan pengujian kualitas beras secara berkala. Jangan sampai pengawasan hanya dilakukan ketika muncul kasus besar,” tegas Hindun.

Tag:

Sign Up For Daily Newsletter

Stay updated with our weekly newsletter. Subscribe now to never miss an update!

I have read and agree to the terms & conditions

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *