Wakil Menteri Pariwisata, Ni Luh Puspa, dalam acara HIPPINDO 10th Anniversary dan Opening Ceremony BINA Holiday & Back to School 2026, di Jakarta. (Foto: Dok. Kemenpar.go.id)

Beranda / Infotaiment / Cara Baru Menikmati Liburan Sekolah

Cara Baru Menikmati Liburan Sekolah

PravadaNews – Kementerian Pariwisata (Kemenpar) mendorong masyarakat untuk menikmati libur sekolah di destinasi yang jaraknya tidak terlalu memakan waktu panjang melalui kampanye Liburan Cara Baru.

Kebijakan ini diarahkan agar keluarga tetap dapat berwisata tanpa harus menempuh perjalanan jauh atau mengeluarkan biaya besar.

Libur sekolah menjadi momentum penting untuk menggerakkan wisata domestik sekaligus memperkuat konsumsi keluarga di berbagai daerah. Pemerintah menyiapkan pendekatan wisata yang lebih relevan dengan kebutuhan keluarga masa kini melalui pilihan liburan dekat dan terjangkau.

“Pendekatan ini diharapkan bisa membuka perspektif baru bahwa liburan yang bermakna itu tidak selalu harus dilakukan di tempat yang jauh atau dengan biaya yang besar,” kata Wakil Menteri Pariwisata, Ni Luh Puspa, dalam acara HIPPINDO 10th Anniversary dan Opening Ceremony BINA Holiday & Back to School 2026, di Jakarta, Senin (8/6/2026).

Ni Luh mengatakan, destinasi yang dekat tetap dapat menghadirkan pengalaman berkesan bagi anak dan keluarga. Karena itu, konsep Liburan Cara Baru menawarkan short escape, wisata edukasi anak, perjalanan darat antarkota, eksplorasi desa wisata, hingga pengalaman budaya dan kuliner lokal.

Kebijakan libur sekolah itu turut dikaitkan dengan dukungan mobilitas masyarakat selama masa perjalanan wisata. Stimulus transportasi, mulai dari kereta api, angkutan laut, penyeberangan, hingga transportasi udara juga disiapkan.

“Kalau kita bicara liburan anak sekolah ini, momen itu sangat baik karena bisa meningkatkan jumlah wisatawan nusantara,” jelas Wamenpar Ni Luh.

Agar pilihan liburan tidak hanya bertumpu pada destinasi populer, masyarakat dapat menjadikan wisata edukasi dan desa wisata sebagai alternatif. Dilansir dari laman resmi Indonesia Travel, Selasa (9/6), sejumlah destinasi ramah anak menawarkan aktivitas yang dekat dengan alam, budaya, dan pengalaman belajar.

Dalam rekomendasi tersebut, wisata keluarga tidak hanya berbentuk taman hiburan, tetapi juga kegiatan interaktif. Anak-anak dapat belajar mengenal lingkungan desa, menanam padi, memasak makanan tradisional, hingga mengikuti aktivitas seni lokal.

Konsep tersebut menempatkan destinasi dekat sebagai bagian dari pengalaman liburan yang tetap berkesan bagi keluarga. Perjalanan singkat juga dapat memberi ruang rekreasi sekaligus mengenalkan anak pada kehidupan masyarakat sekitar.

Untuk memudahkan rencana perjalanan, Kementerian Pariwisata menghadirkan MaIA sebagai asisten perjalanan digital berbasis kecerdasan buatan. Platform ini dapat membantu wisatawan menemukan inspirasi destinasi, rekomendasi aktivitas, hingga ide liburan sesuai minat keluarga.

Tag:

Sign Up For Daily Newsletter

Stay updated with our weekly newsletter. Subscribe now to never miss an update!

I have read and agree to the terms & conditions

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *