PravadaNews – Konfederasi Serikat Pekerja Nasional (KSPN) mengusulkan persentase kenaikan upah minimum lebih tinggi untuk wilayah yang saat ini memiliki tingkat upah rendah. Usulan tersebut muncul lantaran adanya kesenjangan upah minimum antardaerah yang dinilai semakin lebar, apalagi jik formula kenaikan upah yang sama terus diterapkan.
Presiden KSPN, Ristadi mengatakan, penggunaan persentase kenaikan yang saat ini diterapkan dalam penentuan kenaikan upah dianggap tidak adil lantaran menghasilkan nominal berbeda. Apalagi besaran upah minimum setiap daerah juga sudah timpang.
Ia mencontohkan upah minimum di Cirebon yang berada di kisaran Rp 2,8 juta, sedangkan Kota Bekasi telah mencapai sekitar Rp 5,9 juta. Apabila keduanya sama-sama mengalami kenaikan 10 persen, selisih upah kedua daerah justru semakin melebar.
“Misal naik saja 10 persen. Cirebon yang Rp2,8 juta itu nilainya Rp 280.000. Kota Bekasi yang sudah Rp 5,9 juta berarti 10 persennya sekitar Rp 590.000. Cirebon naiknya cuma Rp 280.000, Kota Bekasi yang sudah tinggi naiknya sampai Rp 590.000, hampir Rp 600.000. Ini akan semakin jauh,” ujar Ristadi saat dikonfirmasi yang dikutip Minggu (13/9/2026).
Menurut dia, kesenjangan tersebut tidak hanya merugikan pekerja, tetapi juga menciptakan ketimpangan biaya tenaga kerja bagi dunia usaha. Sebab, pekerja dengan kompetensi dan jenis pekerjaan yang sama dapat memperoleh upah berbeda secara signifikan hanya karena bekerja di daerah berbeda.
Oleh karena itu, KSPN mengusulkan kenaikan upah minimum dilakukan secara bertahap dengan memberikan persentase lebih besar kepada daerah yang memiliki upah rendah. Misalnya, apabila daerah dengan upah tinggi seperti Kota Bekasi mengalami kenaikan 5 persen, daerah dengan upah lebih rendah seperti Cirebon dapat memperoleh kenaikan 10 persen.
“Supaya secara nilai nominal bisa lebih besar yang Cirebon daripada yang Karawang,” kata Ristadi.
Dengan skema tersebut, KSPN berharap kesenjangan upah minimum antardaerah dapat semakin menyempit dalam beberapa tahun mendatang. Pihaknya juga telah menyampaikan usulan tersebut kepada Menteri Ketenagakerjaan.
Dengan usulan tersebut, mereka berharap kebijakan pengupahan ke depan dapat memberikan ruang bagi daerah berupah rendah untuk mengejar ketertinggalannya.
“Pemerintah harus mengunci daerah-daerah yang upah minimumnya rendah harus dinaikkan lebih tinggi daripada daerah yang upah minimumnya sudah tinggi, untuk jangan sampai terjadi ketimpangan upah yang lebih tinggi,” ucap Ristadi.
Berdasarkan data dari Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker), upah minimum provinsi (UMP) di seluruh Indonesia memiliki nilai yang berbeda. Hal itu telah ditetapkan dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 49 Tahun 2025 tentang Pengupahan.
Dalam peraturan tersebut, besaran UMP 2026 justru ditentukan berdasarkan sejumlah indikator, seperti kondisi ekonomi daerah, tingkat inflasi, hingga produktivitas tenaga kerja di masing-masing wilayah. Hal itu yang membuat nilai UMP 2026 di berbagai daerah tidak seragam.
Berikut daftar UMP 2026 se Indonesia yang dikutip dari akun resmi Kemnaker :
– Daftar UMP 2026 Pulau Jawa dan Bali:
UMP Jakarta 2026: Rp 5.729.876
UMP Banten 2026: Rp 3.100.881,40
UMP Jawa Barat 2026: Rp 2.317.601
UMP Jawa Tengah 2026: Rp 2.327.386,07
UMP DIY Yogyakarta 2026: Rp 2.417.495
UMP Jawa Timur 2026: Rp 2.446.880
UMP Bali 2026: Rp 3.207.459
– Daftar UMP 2026 wilayah Sumatera
UMP Aceh 2026: Rp 3.932.552
UMP Sumatera Utara 2026: Rp 3.228.949
UMP Sumatera Barat 2026: Rp 3.182.955
UMP Riau 2026: Rp 3.780.495
UMP Kepulauan Riau 2026: Rp 3.879.520
UMP Jambi 2026: Rp 3.471.497
UMP Bengkulu 2026: Rp 2.827.250
UMP Sumatera Selatan 2026: Rp 3.942.963
UMP Lampung 2026: Rp 3.047.734
UMP Bangka Belitung 2026: Rp 4.035.000
– Daftar UMP 2026 wilayah Kalimantan
UMP Kalimantan Barat 2026: Rp 3.054.552
UMP Kalimantan Tengah 2026: Rp 3.686.138
UMP Kalimantan Selatan 2026: Rp 3.725.000
UMP Kalimantan Timur 2026: Rp 3.762.431
UMP Kalimantan Utara 2026: Rp 3.775.243
– Daftar UMP 2026 wilayah Sulawesi
UMP Sulawesi Utara 2026: Rp 4.002.630
UMP Sulawesi Tengah 2026: Rp 3.179.565
UMP Sulawesi Selatan 2026: Rp 3.921.088
UMP Sulawesi Tenggara 2026: Rp 3.306.496,18
UMP Sulawesi Barat 2026: Rp 3.315.934
UMP Gorontalo 2026: Rp 3.405.144
– Daftar UMP 2026 wilayah Maluku dan Papua
UMP Maluku 2026: Rp 3.334.490
UMP Maluku Utara 2026: Rp 3.510.240
UMP Papua 2026: Rp 4.436.283
UMP Papua Tengah 2026: Rp 4.285.848
UMP Papua Pegunungan 2026: Rp 4.508.714
UMP Papua Selatan 2026: Rp 4.508.100
UMP Papua Barat 2026: Rp 3.841.000
UMP Papua Barat Daya 2026: Rp 3.766.000















