Perdana Menteri Pakistan menghadiri upacara kehormatan kenegaraan. (Foto : Dok @CMShehbaz)

Beranda / Mancanegara / Pakistan: Gencatan Senjata Iran-AS Tercapai

Pakistan: Gencatan Senjata Iran-AS Tercapai

PravadaNews – Pakistan mengumumkan telah tercapainya kesepakatan damai Amerika Serikat dan Iran setelah pembicaraan intensif lintas mediator pekan ini.

Pengumuman itu membuka ruang diplomasi baru, akan tetapi masih menyisakan krisis kepercayaan, karena diplomasi kedua negara gagal beberapa kali.

Kesepakatan tersebut menempatkan penghentian operasi militer sebagai agenda utama dalam meredam eskalasi di kawasan Timur Tengah.

Namun, status permanen gencatan senjata belum sepenuhnya aman selama rincian teknis dan mekanisme pengawasan belum diumumkan.

“Setelah pembicaraan intensif, kami dengan senang hati mengumumkan bahwa Kesepakatan Damai antara Amerika Serikat dan Republik Islam Iran telah DICAPAI,” tulis Perdana Menteri Pakistan, Shehbaz Sharif melalui akun X resminya dikutip Senin (15/6/2026).

Baca Juga: Iran Memaksa Musuh Gencatan Senjata

Shehbaz menyebut kedua pihak telah menyatakan penghentian permanen terhadap operasi militer di semua front, termasuk Lebanon.

Pernyataan itu menunjukkan bahwa jalur politik kini dipilih sebagai instrumen utama untuk menghentikan tekanan militer.

Dalam kerangka kebijakan kawasan, penghentian operasi militer dapat menjadi tahap awal sebelum kesepakatan keamanan yang lebih mengikat.

Sharif menyampaikan, upacara penandatanganan resmi akan digelar pada Jumat, 19 Juni, di Swiss. Agenda itu penting karena penandatanganan formal akan menentukan apakah pengumuman politik berubah menjadi komitmen diplomatik yang dapat diuji.

Selain itu, Pakistan menempatkan Qatar, Arab Saudi, dan Turkiye sebagai bagian dari dukungan mediasi. Keterlibatan para mediator tersebut memperlihatkan bahwa stabilitas kawasan tidak lagi bergantung pada dua pihak utama saja.

Meski demikian, optimisme dari jalur mediasi belum menghapus keraguan yang muncul dari pihak Iran. Sebagai mana, Kedutaan Besar Iran di Indonesia melalui laman X resminya menegaskan bahwa Teheran tetap membuka diplomasi, tetapi tidak melepas kehati-hatian.

“Teheran menegaskan tetap membuka jalur diplomasi, namun dengan sikap penuh kehati-hatian dan pesimisme terhadap komitmen Washington,” demikian pernyataan yang disampaikan Kedubes Iran untuk Indonesia melalui laman X-nya.

Sikap tersebut menunjukkan bahwa Iran masih berhati-hati terhadap komitmen Amerika Serikat.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei menyatakan, Amerika Serikat berulang kali mengingkari komitmen sebelumnya. Baghaei menegaskan, tidak ada rencana kunjungan ke Jenewa dalam dua hari ke depan di tengah spekulasi kesepakatan baru.

Tag:

Sign Up For Daily Newsletter

Stay updated with our weekly newsletter. Subscribe now to never miss an update!

I have read and agree to the terms & conditions

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *