Beranda / Politik / DPR Desak Solusi Konkret KRL Bogor 

DPR Desak Solusi Konkret KRL Bogor 

PravadaNews — Komisi V DPR RI menaruh perhatian terhadap penyesuaian operasional KRL Commuter Line relasi Bogor. Pengurangan perjalanan dinilai harus tetap memperhatikan kenyamanan, keamanan, dan keselamatan penumpang.

Wakil Ketua Komisi V DPR RI Ridwan Bae menyampaikan perhatian tersebut saat kunjungan kerja spesifik ke Kota Bogor pada 11 September 2026. Kunjungan itu dilakukan untuk meninjau sarana dan prasarana kereta api.

Ridwan menyebut Stasiun Bogor menjadi salah satu titik dengan kepadatan penumpang tertinggi. Pada semester I 2026, stasiun tersebut melayani 18,45 juta pergerakan penumpang.

Jumlah tersebut setara dengan rata-rata 109.000 pelanggan setiap hari. Karena itu, “Sehingga setiap penyesuaian perjalanan harus diikuti langkah antisipasi yang matang,” kata Ridwan.

Ridwan juga menyoroti peran Bogor Line sebagai penopang mobilitas masyarakat menuju Jakarta. Total pergerakan penumpang pada layanan tersebut mencapai 78,08 juta.

Menurut Ridwan, jumlah penumpang terus menunjukkan tren peningkatan sejak 2022. Kondisi itu menuntut keandalan infrastruktur perkeretaapian agar tetap terjaga.

Sejumlah proyek pengembangan infrastruktur juga tengah dilakukan di kawasan tersebut. Proyek itu meliputi perbaikan jalur rel, listrik aliran atas, fasilitas MEP, hingga pemasangan kanopi peron.

“Sejumlah proyek pengembangan seperti perbaikan jalur rel, listrik aliran atas, fasilitas MEP, hingga pemasangan kanopi peron seluruhnya perlu melewati uji beban serta uji coba operasional,” kata Ridwan.

Komisi V juga mendukung rencana PT KAI dan Kementerian Perhubungan menghubungkan Stasiun Bogor dengan Stasiun Bogor Paledang. Konektivitas tersebut diharapkan mempermudah penumpang saat transit menuju KA Pangrango dan transportasi daerah.

Pengembangan fasilitas peron juga disiapkan untuk mendukung rangkaian KRL dengan formasi hingga 12 kereta. Langkah tersebut dinilai penting seiring tingginya kebutuhan mobilitas penumpang.

Namun, Ridwan menyoroti pengurangan 17 perjalanan KRL relasi Bogor pada 7-30 September 2026. Pengurangan perjalanan itu dilakukan untuk mendukung perawatan rutin.

“Namun demikian, terkait pengurangan 17 perjalanan KRL relasi Bogor mulai 7 hingga 30 September 2026 untuk perawatan rutin, kami mendorong perumusan solusi konkret serta sosialisasi intensif kepada masyarakat,” ujar Ridwan.

Tag:

Sign Up For Daily Newsletter

Stay updated with our weekly newsletter. Subscribe now to never miss an update!

I have read and agree to the terms & conditions

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *