PravadaNews – Komisi VI DPR RI mendorong pemerintah memperkuat dukungan investasi untuk mempercepat pengembangan industri bahan baku obat dalam negeri.
Langkah tersebut dinilai menjadi fondasi penting dalam membangun kemandirian sektor farmasi nasional, sehingga Indonesia tidak lagi bergantung pada impor bahan baku obat yang selama ini mendominasi kebutuhan industri.
Dengan investasi yang lebih besar, industri farmasi nasional diharapkan mampu meningkatkan kapasitas produksi, memperkuat rantai pasok, sekaligus menjamin ketersediaan obat bagi masyarakat secara berkelanjutan di tengah tantangan dinamika pasar global.
Anggota Komisi VI DPR RI Rizal Bawazier menilai, kekayaan bahan mentah di dalam negeri semestinya dapat diolah menjadi bahan baku obat. Ia menekankan pengembangan kapasitas produksi bahan baku ini menuntut komitmen investasi yang berkelanjutan, dan tidak semata-mata diukur dari perolehan keuntungan jangka pendek.
“Dalam perusahaan-perusahaan BUMN banyak sekali, untuk Bio Farma ini jangan ditargetkan profit. Tapi yang penting adalah bagaimana kita bisa membuat bahan baku sendiri gitu. Sebenarnya kalau bahan mentahnya, itu banyak di Indonesia. Cuman untuk memproses jadi bahan baku, kita rata-rata impor dari Cina, India. Kan sayang,” ujar Rizal dikutik Sabtu (11/7/2026).
Tak hanya itu, Rizal juga mengapresiasi langkah Kimia Farma yang mulai membangun fasilitas produksi bahan baku obat. Menurutnya, inisiatif tersebut perlu didukung penuh melalui pengelolaan investasi, khususnya oleh Danantara, agar kapasitas produksi dalam negeri dapat terus diperluas.
“Jangan khawatir memberikan investasi yang besar untuk pabrik bahan baku obat. Kalau baru satu, kalau perlu lima kita bikin. Jadi Indonesia itu jadi nggak banyak impor,” tegasnya.
Politisi Fraksi PKS tersebut menekankan, dukungan investasi di sektor bahan baku obat merupakan langkah strategis untuk menekan ketergantungan impor. Rizal optimistis dengan sinergi antara Danantara dan Kementerian BUMN, kemandirian industri farmasi nasional dapat terwujud.















