PravadaNews — Wakil Ketua Komisi II DPR RI Bahtra mendukung langkah Ombudsman Republik Indonesia (RI) melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.
Menurut Bahtra, pengawasan tersebut penting untuk memastikan pelayanan publik berjalan sesuai ketentuan.
Bahtra mengatakan Ombudsman memiliki peran penting dalam mengawasi penyelenggaraan pelayanan publik di berbagai instansi.
“Tentu kita beri support ya, agar Ombudsman terus melakukan pengawasan kepada instansi yang terkait,” kata Bahtra mengutip dari dpr.go.id, di Jakarta, dikutip Sabtu (26/9/2026).
Menurut Bahtra, pengawasan eksternal diperlukan untuk mendorong transparansi dan akuntabilitas dalam penyelenggaraan pelayanan publik. Temuan dari proses pengawasan juga perlu ditindaklanjuti oleh instansi terkait.
Bahtra menilai tindak lanjut tersebut harus dilakukan sesuai kewenangan masing-masing serta ketentuan peraturan perundang-undangan. Dengan demikian, hasil pengawasan tidak berhenti pada temuan di lapangan.
Bahtra menegaskan Komisi II DPR RI sebagai salah satu mitra kerja Ombudsman terus mendorong lembaga tersebut menjalankan fungsi pengawasan secara optimal. Pengawasan itu diharapkan dapat menjadi masukan bagi pemerintah untuk memperbaiki tata kelola.
“Jadi kita terus dorong Ombudsman untuk bisa melakukan pengawasan secara optimal,” ujar Bahtra.
Sebelumnya, Ombudsman RI melakukan sidak ke Lapas Kelas IIA Cibinong pada Rabu (23/9/2026). Dalam sidak tersebut, Ombudsman menemukan dugaan adanya “klaster mewah” di area lapas.
Sejumlah bangunan yang ditemukan dilengkapi fasilitas seperti ruang tamu, televisi, kulkas, dapur, dan fasilitas lainnya. Ombudsman menyebut kondisi tersebut menyerupai hunian apartemen.
Ombudsman juga melaporkan adanya temuan minuman beralkohol di salah satu hunian. Temuan tersebut kemudian menjadi bagian dari bahan pengawasan terhadap penyelenggaraan pemasyarakatan di Lapas Cibinong.
Selain persoalan fasilitas, tim Ombudsman menyebut proses sidak sempat mendapat penghalangan dari petugas lapas. Kondisi itu membuat tim mengalami kendala saat melakukan pemantauan di lokasi.















