KM Virgo Transport 8. (Foto: Dok. Istimewa)

Beranda / Nasional / Fakta Tentang KM Virgo Transport 8 yang Terbalik di Laut Jawa

Fakta Tentang KM Virgo Transport 8 yang Terbalik di Laut Jawa

PravadaNews — KM Virgo Transport 8 menjadi sorotan setelah dilaporkan hilang kontak dan terbalik di perairan Laut Jawa. Kapal tersebut tengah berlayar dari Surabaya menuju Banjarmasin pada Minggu (13/9/2026).

Kapal itu membawa 243 orang dalam pelayaran tersebut. Hingga informasi terakhir, 115 orang dilaporkan berhasil diselamatkan, sementara penumpang lainnya masih dalam pencarian.

Di balik kecelakaan tersebut, KM Virgo Transport 8 ternyata bukan kapal baru. Kapal penumpang itu telah beroperasi selama puluhan tahun sebelum digunakan untuk melayani rute di Indonesia.

Berdasarkan data Marine Traffic, kapal tersebut sebelumnya bernama Ferry Kurushima. Kapal itu merupakan jenis ro-ro atau roll-on/roll-off yang memungkinkan kendaraan masuk dan keluar menggunakan rodanya sendiri.

Dengan sistem tersebut, kendaraan tidak perlu diangkat menggunakan crane. Kendaraan cukup dikemudikan atau digelindingkan melalui akses yang tersedia.

KM Virgo Transport 8 dibangun pada 1987 oleh Shin Kurushima Onishi Shipyard di Imabari, Jepang. Jika dihitung hingga 2026, usia kapal tersebut mencapai sekitar 39 tahun.

Kapal tersebut memiliki panjang 119 meter dan lebar 23 meter. Sementara tonase kotornya tercatat mencapai 4.277 ton.

Sebelum beroperasi di Indonesia, kapal tersebut masih melayani pelayaran di Jepang. Rute terakhirnya menghubungkan Pelabuhan Kokura dan Pelabuhan Matsuyama.

Layanan pada rute tersebut tercatat berlangsung hingga 30 Juni 2025. Kapal kemudian berpindah ke Indonesia pada 2026.

Pada Juli 2026, kapal mulai beroperasi dengan nama KM Virgo Transport 8. Kapal tersebut kemudian melayani perjalanan pulang-pergi dengan rute Surabaya-Banjarmasin.

Artinya, kapal tersebut baru beberapa bulan menjalankan operasional di Indonesia sebelum mengalami kecelakaan. Namun, usia kapal secara keseluruhan telah mencapai hampir empat dekade sejak dibangun pada 1987.

Kecelakaan terjadi setelah kapal dilaporkan menghadapi cuaca buruk dalam perjalanan menuju Banjarmasin. Kapal kemudian hilang kontak sekitar pukul 02.00 WITA pada Minggu (13/9/2026).

Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Banjarmasin menerima laporan pada pukul 04.10 WITA dari General Manager PT Virgo Yoel Rihi. Posisi terakhir kapal berada di Laut Jawa, sekitar 80 mil laut dari Dermaga SAR Basirih, Banjarmasin.

SAR Mission Coordinator (SMC) I Putu Sudayana mengatakan sejumlah korban telah dievakuasi menggunakan tiga kapal di sekitar lokasi. TB Mauhaw IX mengevakuasi 16 orang, TB TCP 38 orang, dan MV Haida 49 orang.

“Dari 16 orang yang dievakuasi ke TB Mauhaw IX, satu orang meninggal dunia,” kata I Putu Sudayana. Sementara itu, seluruh korban yang dievakuasi TB TCP dan MV Haida dilaporkan selamat.

Tag:

Sign Up For Daily Newsletter

Stay updated with our weekly newsletter. Subscribe now to never miss an update!

I have read and agree to the terms & conditions

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *