Jajaran pemaian film Kuasa Gelap: Perjanjian Darah. (Foto: Dok. Instagram @srnproduction)

Beranda / Infotaiment / Film Kuasa Gelap: Perjanjian Darah Soroti Keraguan di Masa Sulit

Film Kuasa Gelap: Perjanjian Darah Soroti Keraguan di Masa Sulit

PravadaNews – Film Kuasa Gelap: Perjanjian Darah membawa kisah manusia yang kehilangan pegangan saat menghadapi tekanan dan masa lalu.

Pergulatan ini hadir melalui karakter Daniel yang harus menanggung konsekuensi dari pilihan orang tua dan neneknya. Sementara itu, Romo Rendra dan Romo Thomas menghadapi keraguan ketika berusaha menyelamatkan Daniel dari ancaman Rephaim.

Penulis sekaligus produser, Robert Ronny, mengatakan cerita tersebut dibuat agar persoalan yang dialami karakter tetap dekat dengan kehidupan penonton. Salah satu konflik ini terlihat melalui Halim yang merasa frustrasi dan tidak berdaya hingga kehilangan keyakinannya.

Kondisi Halim kemudian menjadi bagian dari pesan yang ingin disampaikan melalui cerita horor itu. 

Robert menempatkan kehilangan pegangan sebagai persoalan manusia yang dapat muncul ketika seseorang berada dalam keadaan sulit.

“Dengan kondisi Indonesia seperti sekarang ini saya yakin banyak orang yang akan merasa relate dengan karakter Halim yang merasa frustasi dan powerless, yang akhirnya kehilangan imannya. Di film ini kami mencoba untuk mengingatkan bahwa Tuhan selalu ada untuk kita dan Tuhan selalu setia menunggu kita untuk kembali ke jalan-Nya,” ujar Robert dalam keterangan yang diterima, Rabu (30/9/2026).

Pesan tersebut juga berjalan bersama konflik keluarga Daniel yang bermula dari pilihan generasi sebelumnya. Daniel kemudian harus menghadapi konsekuensi dari keputusan yang tidak dibuatnya sendiri.

Karenanya, teror dalam film Kuasa Gelap: Perjanjian Darah juga memperlihatkan bagaimana masa lalu dan pilihan seseorang dapat berdampak kepada kehidupan orang lain.

Pergulatan serupa muncul pada Romo Rendra yang kembali diperankan Aktor Lukman Sardi setelah film pertama Kuasa Gelap. Dalam sekuel ini, latar belakang Romo Rendra digali lebih jauh ketika masa lalunya kembali memengaruhi perjalanan iman karakter itu.

Lukman melihat perjalanan Romo Rendra sebagai gambaran tentang keraguan yang dapat muncul ketika seseorang berhadapan dengan masa lalu. 

Pergulatan terswbut berlangsung ketika Romo Rendra tetap harus menolong orang lain di tengah keraguannya sendiri.

“Penonton akan diajak mengikuti bagaimana Romo Rendra harus menghadapi masa lalunya, di momen-momen itulah saya juga berefleksi bahwa manusia kerap menemukan keraguan terhadap imannya, dan kita ragu akan Kuasa Tuhan. Film ini mengingatkan kita kembali betapa besarnya Kuasa Tuhan menyelamatkan kita dari keraguan,” ujar Lukman dalam kesempatan yang sama.

Sebagai informasi, film Kuasa Gelap: Perjanjian Darah disutradarai oleh Rizal Mantovani. Adapun film  yang dibintangi Lukman Sardi, Jerome Kurnia, Venly Arauna, Ferry Salim, Feby Febiola, dan Lydia Kandou itu juga tersedia dalam format IMAX, 4DX, dan Magnify 8.

Tag:

Sign Up For Daily Newsletter

Stay updated with our weekly newsletter. Subscribe now to never miss an update!

I have read and agree to the terms & conditions

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *