PravadaNews – Harga daging ayam ras segar mengalami kenaikan pada perdagangan terbaru dalam komoditas tersebut.
Berdasarkan pantauan harga pangan dari Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Nasional yang dikelola oleh Bank Indonesia, dikutip pada Rabu (22/7/2026) pukul 15:28, harga komoditas tersebut naik 1,69 persen menjadi Rp39.000 per kilogram, dibandingkan harga sehari sebelumnya yang berada di level Rp38.750 per kilogram.
Kenaikan harga daging ayam ras segar menjadi salah satu perkembangan yang terus dipantau karena komoditas ini merupakan sumber protein hewani utama bagi masyarakat Indonesia. Perubahan harga, meski relatif tidak terlalu besar, tetap berpotensi memengaruhi pengeluaran rumah tangga maupun biaya operasional pelaku usaha kuliner yang menjadikan daging ayam sebagai bahan baku utama.
Sejumlah faktor dapat memengaruhi pergerakan harga daging ayam ras, mulai dari biaya produksi di tingkat peternak, harga pakan ternak, biaya distribusi, hingga keseimbangan antara pasokan dan permintaan di pasar. Ketika biaya produksi meningkat atau pasokan mengalami penurunan, harga di tingkat konsumen cenderung ikut mengalami penyesuaian.
Selain itu, permintaan masyarakat terhadap daging ayam biasanya mengalami peningkatan pada periode-periode tertentu, seperti menjelang hari besar keagamaan, musim liburan, maupun saat aktivitas ekonomi meningkat. Kondisi tersebut juga dapat memberikan tekanan terhadap harga apabila tidak diimbangi dengan ketersediaan pasokan yang memadai.
Pemerintah bersama instansi terkait terus memantau perkembangan harga berbagai komoditas pangan strategis, termasuk daging ayam ras segar, guna menjaga stabilitas harga dan memastikan pasokan tetap tersedia di pasar. Langkah tersebut dilakukan melalui koordinasi dengan pemerintah daerah, pelaku usaha, distributor, hingga peternak agar distribusi pangan tetap berjalan lancar.
Kelancaran distribusi dari sentra produksi menuju pasar-pasar di berbagai daerah juga menjadi faktor penting dalam menjaga kestabilan harga. Infrastruktur logistik yang baik diharapkan dapat menekan biaya distribusi sehingga harga yang diterima konsumen tetap terjangkau tanpa mengurangi pendapatan peternak.
Dengan pasokan yang terjaga dan distribusi yang berjalan optimal, kenaikan harga daging ayam ras segar diharapkan tidak berlangsung dalam jangka panjang. Stabilitas harga menjadi penting untuk menjaga daya beli masyarakat sekaligus memberikan kepastian usaha bagi peternak ayam ras dan pelaku usaha di sektor pangan.















