Illustrasi seseorang saat cuaca terik. (Foto: Dok. Alo Dokter)

Beranda / Kesehatan / Haus Bukan Satu-satunya Tanda Dehidrasi

Haus Bukan Satu-satunya Tanda Dehidrasi

PravadaNews – Cuaca yang berganti dari hujan ringan ke terik membuat tubuh tetap bekerja menjaga suhu. Saat aktivitas berjalan, kekurangan cairan dapat muncul lewat sinyal kecil yang sering terlambat disadari.

Haus, lemas, dan urine pekat kerap dianggap keluhan biasa. Padahal, gejala itu bisa menjadi awal dehidrasi yang perlu segera ditangani.

Alodokter menjelaskan, Dehidrasi terjadi saat tubuh kehilangan lebih banyak cairan daripada yang masuk.

“Rasa haus merupakan alarm pertama yang menandakan bahwa tubuh kekurangan cairan,” tulis Alodokter, dikutip Minggu (5/7/2026).

Selain haus, mulut dan bibir kering dapat menjadi sinyal awal tubuh kekurangan cairan. Kulit juga bisa terasa lebih kering saat tubuh tidak cukup menjaga kelembapan jaringan.

Perubahan urine perlu ikut diperhatikan. Warna urine yang lebih pekat menunjukkan tubuh sedang menahan cairan karena asupan minum belum cukup.

Tubuh lemas setelah beraktivitas tidak selalu berarti kelelahan biasa. Kekurangan cairan dapat membuat tenaga lebih cepat turun karena distribusi nutrisi ikut terganggu.

Kram otot juga bisa muncul ketika tubuh kehilangan cairan melalui keringat. Keluhan ini lebih mudah terjadi setelah olahraga atau aktivitas lama di bawah cuaca panas.

Jika bertambah berat, dehidrasi dapat memicu sakit kepala dan sulit konsentrasi. Buang air kecil juga bisa menjadi lebih jarang dari biasanya.

Gejala seperti napas cepat, jantung berdebar, keringat dingin, atau rasa ingin pingsan perlu segera ditangani. Kondisi itu dapat menandakan tubuh kehilangan cairan dalam jumlah lebih serius.

Adapun Unit Pelayanan Kesehatan (UPK) Kementerian Kesehatan menyebut, dehidrasi dapat dialami semua usia. Pada anak, gejalanya bisa terlihat dari tubuh lesu, rewel, mulut kering, atau air mata berkurang saat menangis.

“Semua umur memiliki potensi untuk mengalami dehidrasi, mulai dari bayi sampai orang tua,” tulis UPK Kementerian Kesehatan.

Risiko dehidrasi meningkat saat seseorang mengalami diare, muntah, demam, serta banyak berkeringat. World Health Organization (WHO) menyebut diare dapat membuat tubuh kehilangan air dan elektrolit secara cepat.

Diketahui, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperkirakan cuaca Jakarta pada hari ini tidak seragam. Jakarta Selatan diprakirakan hujan ringan dengan suhu 27–34 derajat Celsius, sementara Jakarta Timur cerah pada kisaran 27–34 derajat Celsius.

Perubahan cuaca itu membuat kecukupan cairan tetap perlu dijaga meski langit tidak selalu terik. Dengan mengenali haus, mulut kering, hingga kram otot, dehidrasi dapat ditangani sebelum berkembang menjadi kondisi berat.

Tag:

Sign Up For Daily Newsletter

Stay updated with our weekly newsletter. Subscribe now to never miss an update!

I have read and agree to the terms & conditions

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *