Petani garam. (Foto: Dok. Sekretariat Kabinet)

Beranda / Ekonomi / Impor Garam Ditargetkan Setop 2029

Impor Garam Ditargetkan Setop 2029

PravadaNews – Ketergantungan Indonesia terhadap garam impor perlahan mulai diarahkan menuju akhir. Pemerintah menargetkan kebutuhan garam nasional dapat dipenuhi dari produksi dalam negeri sehingga keran impor bisa dihentikan pada 2029.

Kepala Badan Komunikasi (Bakom) Muhammad Qodari menyebut produksi garam nasional akan digenjot secara bertahap dalam beberapa tahun ke depan, dengan sasaran mencapai 2,5 juta ton pada 2026, meningkat menjadi 3,5 juta ton pada 2027, hingga menembus 5 juta ton pada 2029.

Sementara, Direktur Sumber Daya Kelautan KKP, Frista Yorhanita mengatakan, pengurangan impor dilakukan secara bertahap. Pemerintah menargetkan swasembada garam paling lambat pada 2029.

“Pemerintah itu secara bertahap akan mengurangi impor. Di 2029 kita harapkan paling lambat kita sudah swasembada garam,” ujar Frista, Kamis (3/9/2026).

Menurut Frista, peningkatan produksi melibatkan petambak garam, pelaku usaha, serta badan usaha milik negara.

Seluruh sektor tersebut diharapkan meningkatkan produksi untuk memenuhi kebutuhan nasional.

Produksi garam rakyat masih banyak menggunakan sistem evaporasi terbuka yang dipengaruhi cuaca dan iklim.

Kondisi tersebut membuat produksi dapat menurun ketika curah hujan tinggi dan iklim tidak mendukung.

Tag:

Sign Up For Daily Newsletter

Stay updated with our weekly newsletter. Subscribe now to never miss an update!

I have read and agree to the terms & conditions

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *