PravadaNews – Di tengah rangkaian tur dunia Andrea Bocelli, Indonesia menjadi satu-satunya negara Asia yang dipilih untuk perayaan 30 tahun karirnya.
Andrea Bocelli dikenal sebagai tenor asal Italia yang membawa musik klasik dan crossover ke panggung dunia selama lebih dari tiga dekade. Perjalanan itu kini dirayakan melalui Romanza 30th Anniversary World Tour.
Indonesia mendapat dua pertunjukan dalam rangkaian tersebut, yakni di Candi Borobudur pada 31 Oktober 2026 dan Jakarta International Expo (JIExpo) Kemayoran pada 3 November 2026. Dua lokasi ini sekaligus membawa karakter wisata Indonesia yang berbeda.
Borobudur menampilkan kekuatan warisan budaya, sedangkan Jakarta menunjukkan wajah kota modern yang terbiasa menerima pertunjukan internasional. Pilihan tersebut kemudian dimanfaatkan pemerintah untuk memperkenalkan destinasi Indonesia kepada penonton yang datang.
“Bagi kami di Kementerian Pariwisata, kehadiran Andrea Bocelli di Indonesia memiliki arti istimewa karena menjadi momentum yang mempertemukan musik kelas dunia dengan kekayaan destinasi, budaya, dan heritage Indonesia,” kata Menteri Pariwisata, Widiyanti Putri Wardhana dalam keterangan resminya, Kamis (20/8/2026).
Kementerian Pariwisata (Kemenpar) juga menyiapkan perjalanan wisata di sekitar Borobudur agar kunjungan penonton tidak berhenti setelah konser. Paket itu diarahkan untuk memperpanjang masa tinggal wisatawan di Magelang dan wilayah Jawa Tengah.
“Dua lokasi ini memberikan pesan yang sangat jelas bahwa Indonesia memiliki kekayaan pengalaman yang sangat beragam. Kita memiliki heritage destination yang kuat, sekaligus kota-kota modern yang mampu menjadi tuan rumah bagi berbagai world-class events,” lanjut Widiyanti.
Pergerakan penonton turut menjadi bagian dari dampak ekonomi yang dibidik pemerintah. Sekitar 7.000 orang diperkirakan hadir di Borobudur dan 9.000 lainnya di Jakarta dengan target dampak sekitar Rp792 miliar.
Untuk mendukung perjalanan ini, Kemenpar bekerja sama dengan Garuda Indonesia melalui program penerbangan domestik menuju Yogyakarta bagi peserta yang memenuhi ketentuan. Skema tersebut sekaligus diarahkan untuk mendorong perjalanan wisata menuju kawasan Borobudur.
Dalam kesempatan yang sama, Menteri Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya menilai, panggung itu dapat mempertemukan musisi lokal dengan pengalaman pertunjukan berskala internasional.
“Konser kelas dunia bukan hanya menghadirkan penyanyi internasional, tapi juga menampilkan musisi Indonesia dalam satu panggung. Kolaborasi seperti ini menjadi ruang pertukaran pengalaman, memperluas jejaring, sekaligus membuka peluang agar karya dan talenta Indonesia semakin dikenal di tingkat global,” tutur Riefky.
Keterlibatan pelaku lokal membuat manfaat konser tidak hanya berhenti pada penonton dan penyelenggara. Status Indonesia sebagai satu-satunya negara Asia sekaligus membuka ruang promosi bagi destinasi dan talenta kreatif nasional.














