Ilustrasi Raksasa baru Asia Tenggara! Industri e-sport & gim nasional diproyeksikan meroket hingga US$ 25 miliar pada 2035. Dengan 154 juta pemain, ekosistem digital ini siap mendongkrak PDB dan membuka jutaan lapangan kerja baru. (Foto

Beranda / Ekonomi / Industri E-Sport Berpotensi Tumbuh Hingga US$ 25 Miliar

Industri E-Sport Berpotensi Tumbuh Hingga US$ 25 Miliar

PravadaNews – Institute for Development of Economics and Finance (INDEF), mencatat industri olahraga berbasis permaianan elektronik atau E-Sport di Indonesia berpotensi menciptakan nilai tambah ekonomi sebesar US$ 25 miliar atau setara dengan Rp 445,5 triliun pada tahun 2035.

Head of Industrial & Tranport Decarbonization, INDEF, Andry Satrio Nugroho, mengatakan Pada tahun 2025, pasar gim Indonesia diperkirakan mencapai US$2 miliar atau setara dengan Rp33,6 triliun dengan 154 juta pemain, menjadikan Indonesia pasar terbesar di Asia Tenggara dan peringkat ke-15 dunia.

Meski memiliki pasar besar, pangsa pasar pengembang lokal baru dalam pasar domestik masih minim sehingga sebagian besar manfaat ekonomi masih mengalir ke luar negeri.

Andry menegaskan bahwa Industri gim tidak hanya menghasilkan nilai ekonomi langsung tetapi juga mendorong berkembangnya ekosistem digital seperti e-sport, content creator, platform streaming, event organizer, hingga industri hiburan dan teknologi pendukung lainnya.

“Secara global, industri e-sport diproyeksikan tumbuh dari US$3,2 miliar pada 2025 menjadi US$25 miliar pada 2035,” ujar Andry dalam laporanya dikutip Minggu (30/06/2026).

Andry mengatakan, Meskipun pemerintah telah memperkuat dukungan melalui Perpres No. 19 Tahun 2024, program pengembangan SDM, serta penguatan regulasi kompetensi dan klasifikasi gim, hingga saat ini belum terdapat insentif fiskal maupun kebijakan pendanaan khusus yang secara langsung mendukung penguatan industri gim nasional.

Tantangan utama masih meliputi keterbatasan pendanaan, tingginya biaya produksi, rendahnya monetisasi, terbatasnya ketersediaan SDM yang terspesialisasi di bidang gim serta maraknya pembajakan.

Lanjutnya, selain menciptakan nilai ekonomi langsung, industri gim juga mendorong pertumbuhan ekosistem digital seperti e-sport, content creator, platform streaming, dan industri hiburan.
“Pengembangan industri gim berpotensi meningkatkan PDB Indonesia sebesar Rp35,07–71,04 triliun dan dapat menciptakan 29,4–69,1 ribu tenaga kerja langsung dan hingga 1,03 juta tenaga kerja tidak langsung,” ujarnya.

Andry mengatakan, Indonesia menjadi pasar industri gim terbesar di Asia Tenggara dan menempati peringkat ke-15 secara global. Pada tahun 2025, pendapatan industri gim di Indonesia diperkirakan mencapai US$2 Miliar atau setara Rp33,6 triliun dengan jumlah pemain sekitar 154 juta orang. Kontribusi Indonesia mencapai sekitar 30% dari total pendapatan industri gim di kawasan Asia Tenggara.

Selain sebagai pasar, Indonesia juga menempati posisi teratas dari sisi produksi dengan kontribusi terhadap 34% dari total 1.033 gim yang diproduksi di kawasanAsiaTenggara pada platform Steam.

Berdasarkan jenis platform, ponsel menjadi kontributor pendapatan terbesar di Indonesia dengan porsi sekitar 77% dari total pendapatan, sejalan dengan tren pasar global. Sebaliknya, platform konsol di Indonesia masih memiliki pangsa yang relatif kecil dibandingkan dengan pasar global. Perlunya konsumen membeli perangkat tambahan dan juga gim original membuat biaya masuk padaplatform PC dan konsol menjadi lebih tinggi. (Jati)

Tag:

Sign Up For Daily Newsletter

Stay updated with our weekly newsletter. Subscribe now to never miss an update!

I have read and agree to the terms & conditions

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *