PravadaNews – Ketersediaan beras nasional yang masih mencukupi belum sepenuhnya membuat harga beras stabil di pasaran. Tercatat kenaikan harga beras terjadi di 136 kabupaten/kota.
Kondisi tersebut membuat pemerintah menelusuri faktor lain di luar stok pemerintah, terutama terkait kelancaran distribusi dan ketersediaan pasokan beras dari sektor industri hingga pasar.
Direktur Operasi Perum Bulog, Andi Afdal, mengatakan cadangan beras pemerintah (CBP) yang tersimpan di gudang Bulog masih tersedia dan dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat melalui program SPHP serta bantuan pangan.
“Kalau di Bulog, stok beras medium tersedia di setiap gudang kita untuk konsumsi masyarakat. Beras medium tersebut tersedia dan bisa kita salurkan melalui dua saluran, pertama melalui SPHP dan kedua melalui bantuan pangan untuk konsumsi masyarakat pada segmen tersebut,” ujar Andi dalam rapat koordinasi pengendalian inflasi, dikutip Jumat (18/9/2026).
Andi menjelaskan, cadangan beras pemerintah saat ini berada di kisaran 4,69 juta ton setelah sebelumnya digunakan untuk penyaluran bantuan pangan dan Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP), dari posisi awal yang masih berada di atas 5,2 juta ton.
Menurutnya, kenaikan harga beras tidak hanya berkaitan dengan ketersediaan stok Bulog, tapi juga perlu melihat pasokan dari penggilingan industri yang menjadi bagian dari jalur distribusi menuju pasar.
“Di sisi industri saat ini, kita memang harus memperhatikan juga ketersediaan beras medium, Pak. Apakah pasokan dari industri juga tersedia untuk langsung masuk ke pasar-pasar,” kata Andi.
Pemerintah daerah dan Satgas Pangan, lanjut Andi, perlu melakukan pemantauan bersama terhadap kondisi penggilingan serta distribusi di daerah yang mengalami kenaikan harga agar intervensi dapat dilakukan sesuai kebutuhan.
Sementara itu, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyampaikan pemerintah telah melakukan berbagai langkah antisipasi untuk menjaga ketersediaan pangan, mulai dari pembangunan irigasi, embung, pompa air, optimalisasi sawah hingga pencetakan sawah.
Amran menyebut, produksi dan cadangan beras nasional masih berada dalam kondisi cukup, dengan produksi berjalan mencapai 10 juta ton, ditambah stok dari berbagai sektor yang secara keseluruhan diperkirakan mencapai 25-26 juta ton.
“Kebutuhan beras per bulan berada pada kisaran 2,5 sampai 2,6 juta ton. Artinya, pasokan beras kita sangat cukup untuk 10 bulan ke depan,” tutur Amran saat ditemui di Kementerian Pertanian, Selasa (15/9).
Baginya, pemerintah tetap menjaga keseimbangan harga beras agar tidak merugikan petani maupun konsumen dengan melakukan percepatan bantuan pangan untuk 33,4 juta penerima serta menambah alokasi SPHP sebanyak 1 juta ton.















