Pemain Timnas Spanyol Lamine Yamal bersujud syukur usai memenangkan Piala Dunia 2026. (IG/lamineyamal)

Beranda / Olahraga / Sujud Syukur Lamine Yamal Usai Piala Dunia

Sujud Syukur Lamine Yamal Usai Piala Dunia

PravadaNews – Perayaan gelar juara Piala Dunia 2026 Timnas Spanyol diwarnai momen emosional dari Lamine Yamal. Winger muda La Roja itu terlihat bersujud syukur dan berdoa sesaat setelah peluit panjang final melawan Argentina dibunyikan.

Momen tersebut berlangsung di Stadion MetLife, New York New Jersey, Amerika Serikat. Aksi Yamal kemudian menjadi perbincangan luas setelah videonya beredar di media sosial.

Jurnalis transfer Fabrizio Romano mengunggah rekaman yang memperlihatkan Yamal berlutut di tengah lapangan. Pemain Barcelona itu kemudian menengadahkan kedua tangannya sebagai bentuk rasa syukur atas keberhasilan Spanyol menjadi juara dunia.

“🥺🇪🇸 Lamine Yamal at full time,” tulis Fabrizio Romano dalam unggahannya di akun X.

Tak lama setelah perayaan dimulai, Yamal menghampiri kapten Argentina, Lionel Messi. Ia memeluk Messi yang baru saja gagal mempertahankan gelar juara Piala Dunia bersama Albiceleste.

Romano menyebut pelukan tersebut menjadi salah satu momen paling menyentuh setelah pertandingan berakhir. Sikap Yamal dinilai menunjukkan penghormatan kepada pemain yang selama ini menjadi idolanya.

“Lamine Yamal went to hug Leo Messi right after the game. Beautiful moment,” tulis Romano.

Aksi Yamal mendapat banyak pujian dari pencinta sepak bola. Di tengah kegembiraan meraih gelar juara, ia tetap menunjukkan respek kepada lawan yang baru mengalami kekalahan.

Keberhasilan di Piala Dunia 2026 menambah koleksi prestasi Yamal bersama tim nasional senior Spanyol. Sebelumnya, ia juga menjadi bagian dari skuad yang menjuarai Euro 2024.

Pada usia 19 tahun, Yamal telah mengoleksi dua gelar internasional bergengsi bersama La Roja. Capaian itu semakin menegaskan statusnya sebagai salah satu talenta muda paling menonjol di sepak bola dunia.

Sepanjang Piala Dunia 2026, Yamal menjadi pemain penting dalam skema pelatih Luis de la Fuente. Kecepatan, kreativitas, dan kemampuannya membuka ruang beberapa kali merepotkan pertahanan lawan.

Meski hanya mencetak satu gol selama turnamen, kontribusi Yamal tidak hanya diukur dari statistik. Ia berulang kali menciptakan peluang melalui aksi individu maupun umpan yang membuka jalan bagi rekan setimnya untuk mencetak gol.

Performa impresif itu berlanjut hingga partai final saat Spanyol mengalahkan Argentina 1-0 melalui gol Ferran Torres pada babak tambahan waktu. Gelar tersebut memastikan La Roja menjadi juara Piala Dunia untuk kedua kalinya dalam sejarah.

Tag:

Sign Up For Daily Newsletter

Stay updated with our weekly newsletter. Subscribe now to never miss an update!

I have read and agree to the terms & conditions

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *