PravadaNews – Batam akan menjadi lokasi pengembangan industri baterai. Pengembangan industri tersebut akan membuat perusahaan Indonesia dan Amerika Serikat bekerjasama dengan target investasi tahap awal 500 juta dollar Amerika Serikat (AS).
Menteri Perindustrian, Muhammad Sarmuji mengatakan, kerja sama tersebut merupakan bagian dari cara pemerintah untuk memperkuat hubungan bilateral Indonesia dan Amerika Serikat. Khususnya di bidang perdagangan, investasi, dan pengembangan industri.
Adapun dua perusahaan yang terlibat, yakni PT Tynergy Technology Group dan Wiraraja Group.
“Ini adalah tindak lanjut dari kunjungan Bapak Presiden ke Amerika Serikat. Sehingga selain mempererat hubungan antarnegara, kunjungan tersebut juga membawa misi ekonomi untuk mengundang investor, menumbuhkan industri, dan menciptakan lapangan kerja di Indonesia,” ujar Sarmuji di Kantor Kemenperin, Jakarta Pusat, Kamis (29/10/2026).
Adapun kerja sama tersebut merupakan tindak lanjut kesepakatan investasi Indonesia dan Amerika Serikat yang ditandatangani pada 18 Februari 2026 di Washington, D.C.
Kesepakatan tersebut kemudian ditindaklanjuti melalui rencana pengembangan industri di Wiraraja Industrial Park I, Batam, dengan target investasi tahap awal sebesar 500 juta dollar AS
Sementara itu, Presiden Direktur PT Wiraraja Bintang Persada, Akhmad Ma’ruf Maulana mengatakan, kerja sama tersebut merupakan bentuk investasi yang dibangun melalui diplomasi ekonomi Indonesia dan Amerika Serikat.
“Ini merupakan wujud nyata dari perjalanan Bapak Presiden ke Washington, D.C., yang akhirnya mulai direalisasikan di Batam,” kata Ma’ruf.
Ma’ruf menyebut, fasilitas industri yang dikembangkan telah memasuki tahap penyelesaian akhir atau finishing. Pihaknya memperkirakan fasilitas tersebut dapat dikunjungi pada April 2027.
“Pabriknya sebenarnya sudah selesai dan saat ini masih dalam tahap finishing. Insya Allah sekitar April tahun depan fasilitas tersebut sudah dapat dikunjungi. Kami juga akan mengundang Bapak Menteri untuk melihat langsung industri yang telah kami bangun,” jelas Ma’ruf.
Disisi lain, Presiden Direktur PT Tynergy Technology Group, Yan Purba mengatakan, kerja sama tersebut merupakan tahap awal pengembangan industri teknologi energi di Indonesia. Pengembangan ini melibatkan Tynergy bersama sejumlah mitra, termasuk Essence Global Indonesia dan Energy Tech Indonesia.
“Mudah-mudahan kerja sama ini dapat berlanjut ke tahap kedua dan ketiga, termasuk untuk pengembangan industri semikonduktor,” ujar Yan.
Melalui kerjasama tersebut, Yan berharap, dapat menjadi fondasi bagi pengembangan industri teknologi di Indonesia.













