PravadaNews – Sejumlah bencana seperti kebakaran hutan dan lahan serta kekeringan masih terjadi di beberapa wilayah Indonesia menjelang akhir 2026. Kondisi ini mengingatkan pentingnya kesiapsiagaan dari masyarakat.
Dalam kondisi darurat, masyarakat sering hanya memiliki waktu terbatas untuk meninggalkan rumah sehingga kebutuhan dasar perlu dipersiapkan sebelum bencana terjadi.
Karena itu, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mendorong masyarakat menyiapkan Tas Siaga Bencana (TSB) sebagai bagian dari upaya kesiapsiagaan mandiri menghadapi berbagai ancaman bencana.
Berdasarkan Buku Saku Tanggap Tangkas Tangguh Menghadapi Bencana yang diterbitkan BNPB, TSB dipersiapkan untuk membantu masyarakat memenuhi kebutuhan dasar selama masa awal setelah bencana.
“Bencana bisa terjadi kapan saja dan sering kali datang tanpa kita duga. Karena itu, menyiapkan Tas Siaga Bencana sejak sebelum bencana terjadi merupakan langkah sederhana untuk melindungi diri dan keluarga,” ujar BNPB dalam panduan kesiapsiagaan bencana, dikutip Senin (14/9/2026).
BNPB menjelaskan, isi TSB perlu disesuaikan dengan kebutuhan setiap keluarga, terutama perlengkapan yang mendukung kebutuhan makan, komunikasi, kesehatan, dan keselamatan selama kondisi darurat.
Selain menyiapkan isi tas, BNPB juga mengimbau masyarakat menyimpan TSB pada lokasi yang mudah ditemukan agar dapat segera dibawa saat terjadi evakuasi.
Sementara itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) di berbagai daerah menerapkan edukasi serupa dengan mendorong masyarakat memahami fungsi TSB sebagai perlengkapan pendukung saat menghadapi keadaan darurat.
Berikut 10 barang untuk mengisi Tas Siaga Bencana berdasarkan panduan BNPB:
1. Surat-surat penting
KTP, kartu keluarga, akta kelahiran, ijazah, surat kendaraan, dan dokumen penting lainnya yang disimpan dalam wadah tahan air.
2. Pakaian untuk tiga hari
Pakaian ganti, pakaian dalam, celana panjang, jaket, selimut, handuk, dan jas hujan.
3. Makanan tahan lama
Mi instan, biskuit, abon, cokelat, atau makanan siap santap lainnya.
4. Air minum
Persediaan air sesuai kebutuhan keluarga untuk kondisi darurat.
5. Kotak P3K dan obat-obatan
Obat pribadi, obat umum, perban, antiseptik, serta perlengkapan pertolongan pertama.
6. Radio atau handphone
Ponsel, charger, power bank, atau radio untuk memperoleh informasi kebencanaan.
7. Alat penerangan
Senter, baterai cadangan, lampu kepala, korek api, atau lilin.
8. Perlengkapan mandi
Sabun, sikat gigi, pasta gigi, sisir, dan perlengkapan kebersihan pribadi.
9. Masker dan peluit
Masker untuk perlindungan pernapasan serta peluit sebagai alat meminta pertolongan.
10. Uang tunai secukupnya
Cadangan kebutuhan selama proses evakuasi berlangsung.
Dengan menyiapkan TSB sebelum bencana terjadi, masyarakat dapat membawa kebutuhan dasar secara cepat ketika harus berpindah menuju tempat aman.















