PravadaNews – Kementerian Perdagangan (Kemendag) memasukan revitalisasi pasar rakyat yang terdampak bencana ke dalam program strategis salah satunya pelaksanaan rehabilitasi dan rekonstruksi pasca bencana (PRRP) Sumatera.
Menteri Perdagangan (Mendag), Budi Santoso mengatakan, pihaknya akan mengoptimalkan anggaran untuk sejumlah program. Program tersebut di antaranya pengamanan pasar dalam negeri, perluasan pasar ekspor, dari lokal untuk global
Mendag berharap, program yang sudah dicanangkan dapat berjalan. Mendag mengatakan, Kemendag telah menyusun sejumlah program yang akan dijalankan.
“Ada pembangunan pasar, ada pelatihan,” kata Mendag kepada wartawan usai menghadiri acara “Trade Corporate University dan Cetak Biru Pengembangan SDM Perdagangan” di Auditorium Kementerian Perdagangan, Rabu (2/9/2026).
Terpisah, Kepala Biro Hubungan Masyarakat (Humas) Kemendag, Ni Made Kusuma Dewi menjelaskan, program revitalisasi pasar terdampak bencana masuk ke dalam program pelaksanaan rehabilitasi dan rekonstruksi pasca bencana Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Anggaran yang digelontorkan untuk program tersebut sebesar Rp344.130.215.000.
“Untuk 56 pasar terdampak sesuai dengan alokasi dalam rencana induk penanganan bencana Sumatera di 3 provinsi,” jelas Dewi saat dihubungi.
Program pelaksanaan rehabilitasi dan rekonstruksi pasca bencana Sumatera masuk ke dalam usulan tambahan anggaran yang diajukan Kemendag sebesar Rp1,86 triliun di 2027.
Hal itu berdasarkan suarat Menteri Perdagangan Nomor PR.02.00/634/M-DAG/SD/08/2026 tanggal 27 Agustus 2026 hal permohonan dukungan tambahan alokasi anggaran Kementerian Perdagangan Tahun 2027.















