Wakil Menteri Ekonomi Kreatif, Irene Umar. (Foto: Dok. Kementerian Ekonomi Kreatif)

Beranda / Ekonomi / Kemenekraf Perluas Pasar Digital Kreatif

Kemenekraf Perluas Pasar Digital Kreatif

PravadaNews – Di tengah perubahan pola konsumsi yang semakin bergeser ke ruang digital, pelaku ekonomi kreatif Indonesia menghadapi tantangan yang tak lagi sekadar soal menciptakan produk berkualitas.

Akses pasar, kemampuan menembus konsumen global, hingga kesiapan memanfaatkan teknologi menjadi bagian penting dalam menentukan sejauh mana karya dan produk lokal mampu bersaing di pasar internasional.

Kondisi tersebut mendorong Kementerian Ekonomi Kreatif (Kemenekraf) menjajaki kolaborasi dengan Indonesia Open Network (ION) untuk membuka peluang pasar digital yang lebih luas bagi pelaku ekonomi kreatif di Tanah Air.

Penjajakan kerja sama itu diarahkan untuk mempercepat transformasi digital sekaligus memperkuat daya saing produk kreatif lokal.

Melalui pemanfaatan ekosistem digital, Kemenekraf dan ION melihat peluang untuk membantu pelaku ekonomi kreatif tidak hanya memperkenalkan produknya kepada konsumen dalam negeri, tetapi juga memperluas jangkauan hingga pasar global.

Dalam keterangan pers di Jakarta, Kamis, 20 Agustus 2026, Kemenekraf menyampaikan bahwa pembahasan kolaborasi tersebut mencakup pemanfaatan ION untuk memperkuat ekosistem ekonomi kreatif.

Salah satu fokusnya adalah mendorong pemasaran digital dan perdagangan lintas batas agar produk kreatif Indonesia memiliki akses yang lebih besar terhadap pasar internasional.

Bagi pelaku ekonomi kreatif, perluasan akses tersebut menjadi penting di tengah persaingan global yang semakin terbuka.

Produk lokal memiliki peluang untuk menjangkau konsumen dari berbagai negara, tetapi peluang itu membutuhkan dukungan ekosistem digital yang mampu mempertemukan kreativitas dengan pasar secara lebih efektif.

Karena itu, penjajakan kolaborasi Kemenekraf dan ION tidak semata berbicara mengenai pemanfaatan teknologi.

Kerja sama ini juga menjadi bagian dari upaya membangun jembatan antara potensi kreatif Indonesia dan peluang ekonomi di dunia digital, sehingga karya pelaku lokal dapat memiliki ruang yang lebih luas untuk tumbuh, dikenal, dan bersaing di pasar global.

Wakil Menteri Ekraf Irene Umar mengatakan, integrasi teknologi menjadi bagian pembahasa. Hal ini untuk memperkuat infrastruktur bisnis pelaku usaha ekonomi kreatif Indonesia.

“Kemitraan ION menjadi momentum penting membuka akses pasar digital lebih luas dan inklusif bagi seluruh kreator Tanah Air. Kerja sama ini diharapkan memperkuat peluang pelaku ekonomi kreatif menjangkau pasar digital secara berkelanjutan,” kata Irene dalam keterangan persnya di Jakarta, Kamis (20/8/2026).

Kemenekraf membahas pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan atau AI bersama ION untuk mendukung pengembangan sektor ekonomi kreatif.

Sinergi program strategis juga didorong untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi kreatif secara berkelanjutan melalui pemanfaatan teknologi digital.

“Audiensi membahas pemanfaatan ION untuk memperkuat ekosistem ekonomi kreatif melalui pemasaran digital dan perdagangan lintas batas. Pembahasan mencakup pembiayaan serta perlindungan kekayaan intelektual untuk mendukung pelaku ekonomi kreatif,” ucap Irene.

Irene menjelaskan, pembahasan berikutnya mendorong sinergi program strategis untuk mempercepat pertumbuhan sektor ekonomi kreatif. Langkah tersebut diarahkan untuk meningkatkan daya saing serta nilai ekonomi karya kreatif nasional di pasar global.

“Namun, tantangan terbesarnya adalah membangun kapasitas pelaku usaha agar mampu beradaptasi secara optimal. Sehingga kolaborasi yang adil dan berkelanjutan ini dapat segera diimplementasikan,” kata Irene.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) yang diolah Kementerian Ekonomi Kreatif, investasi ekonomi kreatif mencapai Rp183,01 triliun sepanjang 2025. Data tersebut menunjukkan ekspor sektor ekonomi kreatif menembus 31,94 miliar dolar AS dan menyerap 27,40 juta tenaga kerja.

Sektor ekonomi kreatif tersebut menyerap 27,40 juta tenaga kerja dari 21 subsektor. Terpantau para tenaga kerja tersebut mayoritas generasi muda.

Tag:

Sign Up For Daily Newsletter

Stay updated with our weekly newsletter. Subscribe now to never miss an update!

I have read and agree to the terms & conditions

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *