Kementerian UMKM menggandeng PT Bank Sumut melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) sebagai salah satu bank penyalur Banpres untuk UMKM terdampak bencana Sumatra (Foto: Kementerian UMKM)

Beranda / Ekonomi / Kementerian UMKM Siapkan Banpres Rp600 Miliar

Kementerian UMKM Siapkan Banpres Rp600 Miliar

PravadaNews – Bencana alam tak hanya meninggalkan kerusakan fisik, tetapi juga memukul keberlangsungan usaha para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Di tengah upaya bangkit dari keterpurukan,

Kementerian UMKM menargetkan penyaluran Bantuan Presiden (Banpres) kepada 200 ribu pengusaha UMKM terdampak bencana di Sumatra Barat, Sumatra Utara, dan Aceh sepanjang 2026, dengan bantuan sebesar Rp3 juta bagi setiap penerima.

Untuk merealisasikan program tersebut, pemerintah menyiapkan total anggaran bantuan mencapai Rp600 miliar dan menggandeng PT Bank Sumut sebagai salah satu bank penyalur melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS).

Bantuan ini diharapkan menjadi penopang bagi para pelaku UMKM yang kehilangan pendapatan, mengalami kerusakan sarana usaha, hingga terpaksa menghentikan aktivitas ekonomi akibat bencana, agar dapat kembali menjalankan usahanya dan memulihkan penghidupan.

“Bencana membuat banyak pengusaha UMKM kehilangan aktivitas dan pendapatan. Pemerintah hadir memberikan stimulus agar mereka dapat kembali menjalankan usahanya,” ujar Faisal, Jumat (9/10/2026).

Faisal menjelaskan, setiap penerima akan memperoleh bantuan sebesar Rp3 juta yang dapat digunakan sesuai kebutuhan usaha.

Dana tersebut dapat dimanfaatkan untuk modal kerja, pembelian bahan baku, perbaikan sarana usaha, hingga memenuhi kebutuhan operasional lainnya.

Menurut dia, fleksibilitas penggunaan bantuan diharapkan dapat mempercepat pemulihan usaha.

Sehingga pengusaha dapat kembali menjalankan kegiatan produksi dan perdagangan.

Meski demikian, Faisal menilai bantuan finansial saja belum cukup untuk memastikan keberlanjutan usaha UMKM setelah bencana.

Pengusaha juga membutuhkan pendampingan, akses pembiayaan, penguatan kapasitas usaha, serta perluasan akses pasar.

Pemanfaatan teknologi digital turut menjadi upaya yang dapat dilakukan untuk membantu pelaku UMKM menjangkau konsumen yang lebih luas.

“Setelah bantuan disalurkan, pengusaha UMKM tetap membutuhkan pendampingan dan akses penguatan usaha agar dapat berkembang secara berkelanjutan,” kata Faisal.

Faisal menambahkan, pemulihan UMKM pascabencana membutuhkan kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, lembaga perbankan, dan dunia usaha.

Kerja sama dengan Bank Sumut diharapkan dapat mendukung penyaluran bantuan kepada pengusaha yang membutuhkan.

Kementerian UMKM berharap program Banpres tidak hanya membantu pelaku usaha memenuhi kebutuhan mendesak.

Tetapi juga menggerakkan kembali perekonomian daerah terdampak melalui pemulihan rantai pasok, aktivitas perdagangan, dan sumber pendapatan masyarakat.

Sebelumnya, Asisten Deputi Bidang Pemasaran dan Digitalisasi Usaha Mikro Kementerian UMKM Ari Anindya Hartika menjelaskan, pemulihan pascabencana tidak cukup hanya dengan mengembalikan kemampuan UMKM untuk berproduksi.

Hal yang tidak kalah penting adalah memastikan produk yang dihasilkan memiliki akses terhadap pasar.

“Ini adalah bagian dari pemulihan UMKM pascabencana dan juga sebagai tindak lanjut dari rangkaian percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi yang telah dilaksanakan di wilayah Sumatera Barat,” ujar Ari.

Menurut Ari, proses untuk kembali menjalankan usaha setelah terdampak bencana bukan perkara mudah.

Karena itu, pendampingan diperlukan agar pengusaha UMKM dapat kembali berproduksi sekaligus memperoleh respons positif dari pasar.

“Pemulihan ini tidak cukup hanya tentang bagaimana usaha bisa kembali berjalan, tetapi kami juga memastikan ada pasar yang siap menampung produk. Hari ini kami tidak hanya berbicara mengenai akses pasar, digitalisasi, dan kemitraan, tetapi juga menghadirkan langkah nyata. Karena itu, fasilitasi landing page ini diarahkan untuk mengoptimalkan pemanfaatan ekosistem digital,” kata Ari.

Pemanfaatan kanal digital diharapkan dapat membuka peluang bagi pengusaha UMKM terdampak bencana untuk menjangkau konsumen yang lebih luas tanpa sepenuhnya bergantung pada pasar di sekitar lokasi usaha.

Upaya tersebut mendapat respons positif dari pengusaha UMKM peserta kegiatan.

Salah satunya Ulfa, pengusaha kuliner asal Padang Pariaman yang tengah berupaya memulihkan usahanya setelah terdampak bencana.

Ulfa mengakui kemampuan memanfaatkan teknologi digital masih menjadi salah satu tantangan dalam mengembangkan usahanya.

Karena itu, pendampingan yang diperolehnya menjadi kesempatan untuk meningkatkan literasi digital sekaligus memperluas jangkauan pemasaran.

“Literasi digital merupakan hal yang perlu saya pelajari karena saya memahami ini masih menjadi kelemahan yang saya miliki. Melalui kegiatan optimalisasi landing page UMKM Bangkit ini, saya berharap produk saya bisa terjual hingga ke luar Sumatera Barat,” ujar Ulfa.

Harapan serupa disampaikan Ina, pengusaha UMKM asal Kota Padang. Ina berharap dapat mengikuti tahapan business matching dan bertemu dengan calon pembeli yang mampu menyerap produknya dalam jumlah lebih besar.

Bagi Ina, perluasan pasar tidak hanya berkaitan dengan pertumbuhan usahanya sendiri.

Peningkatan permintaan dan kapasitas produksi juga berpotensi membuka kesempatan bagi masyarakat di sekitarnya untuk memperoleh penghasilan.

“Saya ingin bisa mengikuti business matching dan bertemu dengan pembeli untuk jumlah yang besar. Harapannya, kapasitas produksi ikut meningkat sehingga saya bisa mengajak ibu-ibu di sekitar untuk produktif dan memiliki penghasilan,” kata Ina.

Tag:

Sign Up For Daily Newsletter

Stay updated with our weekly newsletter. Subscribe now to never miss an update!

I have read and agree to the terms & conditions

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *