PravadaNews – Penyebab tabrakan kereta jarak jauh dan KRL di Stasiun Bekasi Timur akan diusut Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT).
Hal tersebut disampaikan Menteri Perhubungan (Menhub), Dudy Purwagandhi saat mengawal evakuasi korban di Stasiun Bekasi Timur, Senin malam.
“Untuk penyebab kejadian, kami menyerahkannya kepada KNKT agar dapat ditelusuri secara lebih mendalam,” kata Dudy dikutip Kamis (28/4/2026) pagi.
Baca juga: KAI Fokus Evakuasi dan Keselamatan Korban
Dudy mengatakan, pihak PT Kereta Api Indonesia (Persero), TNI, Polri, dan Basarnas fokus untuk percepatan penanganan terhadap korban.
“Kami fokus pada upaya evakuasi dan penanganan korban dengan sekuat tenaga,” ujar Dudy.
Sementara itu, Direktur Utama KAI, Bobby Rasyidin menyampaikan, seluruh korban telah mendapatkan penanganan medis dan proses evakuasi terus dilakukan secara maksimal.
“Saat ini korban meninggal dunia tercatat 4 orang dan 79 orang mengalami luka-luka. Seluruh korban telah kami bawa ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan terbaik,” kata Bobby.
“Kami terus melakukan evakuasi dan memastikan seluruh korban mendapatkan pertolongan secepat mungkin,” tambah Bobby.
Bobby menambahkan, PT KAI menyerahkan proses investigasi kepada KNKT untuk memastikan penyebab kejadian dapat diidentifikasi secara menyeluruh.
Penanganan dilakukan di beberapa fasilitas kesehatan, antara lain RSUD Bekasi, RS Bella Bekasi, RS Primaya, RS Mitra Plumbon Cibitung.
Kemudian, RS Bakti Kartini, RS Siloam Bekasi Timur, RS Hermina, serta RS Mitra Keluarga Bekasi Timur dan Barat.














