PravadaNews – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat industri reksa dana masih menunjukkan tren positif dengan Nilai Aktiva Bersih (NAB) tumbuh 5,18 persen secara tahun berjalan menjadi Rp710,29 triliun per 23 April 2026.
Pertumbuhan ini dinilai sebagai sinyal menguatnya minat investasi masyarakat di tengah upaya pendalaman pasar modal.
Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Hasan Fawzi menyebut momentum tersebut harus diiringi dengan perluasan akses investasi, terutama bagi investor ritel dan generasi muda.
“Peluncuran program PINTAR Reksa Dana ini akan menjadi momentum strategis dalam upaya kita bersama untuk mendorong dan mempercepat inklusi investasi, khususnya di kalangan generasi muda,” kata Hasan di Jakarta dikutip Selasa (28/4/2926).
Baca juga : OJK: Rekening Pelajar Tembus 59 Juta
Adapun program tersebut merupakan bagian dari dorongan OJK untuk memperluas basis investor melalui pendekatan investasi berkala atau Systematic Investment Plan (SIP).
Menurut Hasan, metode tersebut diharapkan dapat membentuk kebiasaan investasi yang lebih disiplin dan berkelanjutan.
Data OJK menunjukkan jumlah investor pasar modal kini mencapai 26,12 juta, dengan 24,86 juta di antaranya berada di industri pengelolaan investasi. Lebih dari separuh, atau 54,71 persen, merupakan generasi muda di bawah usia 30 tahun.
Di sisi lain, OJK menargetkan pendalaman pasar modal dapat menyumbang 3,81 persen atau setara Rp1,81 kuadriliun terhadap kebutuhan investasi nasional 2025–2029 yang diproyeksikan mencapai Rp47,57 kuadriliun.
Untuk mencapai target tersebut, OJK bersama Self-Regulatory Organization (SRO) menjalankan sejumlah reformasi, termasuk peningkatan batas minimum free float, perbaikan transparansi investor, serta penguatan keterbukaan kepemilikan saham emiten.














