PravadaNews – Menteri Koperasi Ferry Juliantono mendorong agar produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) diprioritaskan masuk ke gerai Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) sebagai bagian dari penguatan ekosistem ekonomi berbasis komunitas.
Menurut Ferry, penguatan koperasi tidak lagi cukup pada tataran kelembagaan, tetapi harus masuk ke tahap operasional yang berdampak langsung pada aktivitas ekonomi warga.
“Penguatan koperasi kini harus masuk ke tahap yang lebih konkret, yakni operasionalisasi KDKMP dan pengembangan kolaborasi usaha yang berdampak langsung pada ekonomi warga,” kata Ferry, dikutip Rabu (15/4/2026).
Baca juga : Menkop Dorong Percepatan 83 Ribu Gerai Kopdes
Ferry menilai koperasi perlu diperluas perannya hingga sektor produksi kebutuhan harian dan pascaproduksi agar nilai tambah ekonomi tidak hanya berhenti di distribusi.
Dalam sudut pandang lain, Ferry menekankan bahwa koperasi dapat menjadi pintu masuk penguatan industri kecil di daerah dengan mendorong produksi berbasis lokal.
“Kita bisa belajar buat sabun, sampo, detergen, sampai sambal sendiri. Itu bisa menghidupkan industri kecil dan mendorong pertumbuhan ekonomi di Jateng,” ujar Ferry.
Ferry juga menyoroti posisi Jawa Tengah yang dinilai cukup progresif dalam pengembangan koperasi, terutama dalam percepatan pembentukan badan hukum KDKMP.
Ferry berharap organisasi koperasi daerah dapat bergerak selaras dengan kebijakan nasional agar pengelolaan koperasi tidak berjalan sendiri-sendiri.
“Amanah ini menjadi tidak ringan karena Dekopin adalah satu tarikan napas yang harus sama dengan Kemenkop,” pungkas Ferry.















