Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Budi Prasetyo. (Foto: PravadaNews)

Beranda / Hukum / KPK Masih Selidiki Dugaan Korupsi Whoosh

KPK Masih Selidiki Dugaan Korupsi Whoosh

PravadaNews – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memastikan penyelidikan dugaan korupsi proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung atau Whoosh masih berjalan. 

Sejumlah pihak telah dimintai keterangan untuk mencari dan menemukan dugaan peristiwa pidana dalam proyek tersebut.

Juru Bicara KPK Budi Prasetyo mengatakan proses penyelidikan sejauh ini berjalan positif. Pihak-pihak yang dipanggil juga disebut kooperatif memberikan informasi kepada tim penyelidik.

“Pihak-pihak yang dimintai keterangan juga memberikan keterangan yang dibutuhkan oleh tim penyelidikan KPK,” kata Budi di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Selasa (8/9/2026).

KPK masih mengumpulkan informasi dalam tahap penyelidikan tersebut.

Budi mengatakan jumlah pihak yang telah dimintai keterangan cukup banyak. Namun, KPK belum mengungkap identitas maupun latar belakang mereka.

KPK juga belum menjelaskan apakah pihak yang diperiksa berasal dari PT KCIC, PTPN, kontraktor konstruksi, penyelenggara pengadaan, atau pihak swasta. Identitas para pihak masih dirahasiakan karena perkara berada pada tahap penyelidikan.

“Untuk detailnya pihak-pihak siapa saja, kami memang belum bisa menyebut profil, identitas atau dari pihak mana swasta atau dari pihak penyelenggara pengadaan ataupun pihak-pihak lainnya yang terkait kamu belum bisa update,” kata Budi.

Di sisi lain, proyek Whoosh juga memiliki kewajiban utang dalam jumlah besar. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan utang proyek tersebut berada di kisaran Rp80 triliun hingga Rp90 triliun.

Purbaya mengatakan utang tersebut akan dicicil dalam jangka waktu hingga 80 tahun. Cicilan yang harus dibayarkan disebut berada di angka sekitar Rp1 triliun per tahun.

“80–90 triliun, tapi di-stretch 80 tahun. Sudah ada cicilannya,” kata Purbaya di Jakarta, Selasa (8/9/2026). Menurutnya, restrukturisasi membuat kewajiban tersebut dilihat dari beban pembayaran tahunannya.

Purbaya menilai skema restrukturisasi membuat beban pembayaran tahunan tidak sebesar yang sebelumnya dibayangkan. Utang proyek tetap akan dibayarkan melalui cicilan dalam jangka panjang.

Tag:

Sign Up For Daily Newsletter

Stay updated with our weekly newsletter. Subscribe now to never miss an update!

I have read and agree to the terms & conditions

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *