PravadaNews – Gunung Anak Krakatau belum sepenuhnya tenang setelah mengalami runtuhan pada bagian tubuh gunung.
Dari sisa aktivitas vulkaniknya, kubah lava baru kini mulai terbentuk dan terus menjadi perhatian para ahli. Meski demikian, perkembangan tubuh gunung tersebut masih relatif kecil, sehingga pemantauan terus dilakukan untuk melihat perubahan aktivitas dan potensi ancaman yang dapat ditimbulkan.
Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Rita Susilawati mengatakan, pembentukan kubah lava baru menjadi bagian dari dinamika Gunung Anak Krakatau pascaruntuhan tubuh gunung.
Kondisi tersebut masih terus diamati untuk memastikan perkembangan aktivitas vulkanik dari waktu ke waktu.
“Gunung Anak Krakatau saat ini masih membentuk kubah lava baru. Pertumbuhan tubuhnya masih relatif kecil,” kata Rita dalam konferensi pers secara daring, Sabtu (5/9/2026).
Menurut Rita, kondisi tersebut belum menunjukkan potensi keruntuhan dalam skala besar yang dapat memicu tsunami. PVMBG juga terus memantau perkembangan aktivitas vulkanik dan perubahan morfologi tubuh Gunung Anak Krakatau.
Pemantauan dilakukan untuk mengetahui perkembangan pembentukan tubuh gunung setelah runtuhan yang terjadi pada 2020.
Rita meminta masyarakat tetap tenang dan tidak khawatir terhadap proses pertumbuhan Gunung Anak Krakatau saat ini.
Meski demikian, masyarakat dan pengunjung tetap diminta mematuhi rekomendasi keselamatan yang berlaku.
Status aktivitas Gunung Anak Krakatau masih berada pada Level III atau Siaga dengan radius rekomendasi tiga kilometer.
Masyarakat diminta tidak melakukan aktivitas dalam radius tersebut demi menghindari potensi bahaya dari aktivitas vulkanik.
“Kami terus memantau perkembangan aktivitas dan perubahan morfologi tubuh Anak Krakatau,” ucapnya.















