PravadaNews – Pemasangan pagar tinggi di sejumlah mal di Jakarta mendapat sorotan dari pimpinan Dewan Perwakilan Rakyar Daerah (DPRD) DKI Jakarta.
Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta, Rani Mauliani mengajak seluruh pihak untuk memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat.
Rani menilai wajar bahwa pengelola mal meningkatkan keamanan bagi para pelanggan. Kendati begitu, Rani mengingatkan, dalam meningkatkan aspek keamanan harus menitikberatkan kepada estetika kota.
“Saya juga sependapat dengan Pak Gub bahwa aspek keamanan harus tetap memperhatikan estetika kota, kenyamanan publik, dan tidak menimbulkan kesan seolah-olah Jakarta berada dalam kondisi yang tidak aman,” kata Rani kepada wartawan, dikutip Minggu (2/8/2026).
Rani menekankan bahwa Jakarta merupakan Ibu Kota yang dapat diakses oleh seluruh masyarakat. Tentunya, pemerintah akan memberikan pelayanan yang optimal bagi masyarakat.
“Jakarta harus tetap menjadi kota terbuka, dan nyaman bagi masyarakat,” kata Rani.
Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengimbau para pelaku usaha, pengelola pusat perbelanjaan, pemilik properti, hingga pengelola gedung perkantoran agar tidak memasang pagar pembatas secara berlebihan di area masing-masing.
Menurut Pramono, langkah pengamanan yang dilakukan secara berlebihan justru berpotensi menimbulkan persepsi negatif terhadap wajah Jakarta sebagai kota global yang ingin menghadirkan rasa aman, terbuka, dan nyaman bagi masyarakat maupun pengunjung.
Pramono menilai, upaya menjaga keamanan tetap penting, tetapi harus dilakukan secara proporsional dengan mempertimbangkan aspek estetika kota dan kenyamanan publik.
Pramono berharap seluruh pihak dapat bersama-sama menjaga citra Jakarta dengan menciptakan lingkungan yang aman tanpa menghadirkan kesan bahwa ibu kota berada dalam kondisi yang tidak kondusif.
“Termasuk pemilik mal, properti, perkantoran, dan sebagainya tidak perlu kemudian harus memasang pagar yang berlebihan. Dan saya akan segera mengoordinasikan untuk menertibkan itu,” ujar Pramono di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat, Sabtu (1/8/2026).
Pramono menegaskan, jangan sampai keberadaan pagar-pagar tinggi membentuk citra bahwa Jakarta sedang dalam kondisi tidak aman. Menurutnya, berdasarkan koordinasi yang dilakukan dengan aparat keamanan dan aparat penegak hukum, situasi Jakarta saat ini kondusif.
“Jangan sampai kemudian ini menjadi image bahwa Jakarta sedang tidak baik-baik saja. Padahal menurut saya, sebagai Gubernur Jakarta, dan saya melakukan koordinasi dengan aparat keamanan dan aparat penegak hukum di berbagai sektor, saya meyakini bahwa Jakarta aman-aman saja,” kata Pramono.















