Musisi Indonesia, Tulus. (Foto: Dok. Spotify)

Beranda / Infotaiment / Menelisik Makna Lagu Teh Hijau Tulus

Menelisik Makna Lagu Teh Hijau Tulus

PravadaNews – Musisi Indonesia, Tulus membawa rasa hampa ke dalam “Teh Hijau”, karya yang dirilisnya pada 30 Juni 2026 lalu. Lagu ini memaknai tentang hati yang belum siap menerima hal baru.

Lewat judul yang sederhana, ‘Teh Hijau’ membuka ruang untuk membaca perasaan yang lebih rumit. Minuman itu tidak menjadi pusat cerita, melainkan simbol jeda ketika seseorang mencoba memahami dirinya sendiri.

Sebelum perilisan, Tulus memberi tanda melalui unggahan singkat di akun Instagram pribadinya.

“Sudah garis jalannya,” tulis Tulus dalam keterangan unggahan tersebut, dikutip Sabtu (4/7/2026).

Baca juga: Bioskop Jadi Jalan Baru Dongkrak Literasi

Kalimat itu sejalan dengan arah lagu yang tidak memaksa rasa hampa segera selesai. Dalam “Teh Hijau”, kekosongan justru dibaca sebagai bagian dari siklus hidup yang sedang berjalan.

Lagu ini ditulis sendiri oleh Tulus dari sisi lirik dan melodi, dengan Yoseph Sitompul sebagai produser sekaligus pengaransemen. Aransemen yang hangat membuat tema yang berat tetap terasa ringan saat masuk ke telinga pendengar.

Pada bagian awal, lagu menggambarkan hari-hari yang berulang dan rasa senang yang seperti menjauh. Tidak ada kehilangan besar yang dijelaskan, tapi kekosongan tokohnya terasa tumbuh dari rutinitas biasa.

Sejumlah saran kemudian muncul, dari keluar ke alam, mencari tantangan, bergerak, hingga membaca buku. Namun, lagu tersebut menunjukkan nasihat baik tidak selalu langsung menjadi penawar bagi hati yang belum pulih.

Bagian reff memperjelas keadaan batin yang belum bisa jatuh cinta atau membuka diri. Maknanya tidak harus dibaca sebatas romansa, karena lagu ini juga menyentuh kesiapan menerima pengalaman baru.

Lirik “Esok, esok akan lebih elok” menjadi titik penting dalam membaca pesan lagu tersebut. Kalimat itu tidak menjanjikan pemulihan cepat, tapi memberi ruang bahwa keadaan hari ini masih bisa berubah.

Karena itu, “Teh Hijau” terasa dekat dengan pendengar yang pernah kehilangan rasa tanpa tahu penyebabnya. Lagu ini tidak menawarkan jawaban besar, melainkan mengajak pendengar menerima proses dengan lebih pelan.

Di platform digital, karya ini tercatat sebagai single berdurasi 3 menit 32 detik. Pada awal Juli 2026, lagu ini menempati posisi pertama Apple Music Indonesia dan iTunes Indonesia.

Di Spotify Daily Chart Indonesia, “Teh Hijau” berada di posisi ke-15 dengan 686.399 streams harian. Capaian tersebut memperlihatkan respons pendengar yang kuat terhadap di ruang musik digital.

Single itu juga berpotensi dinyanyikan langsung dalam di BIGU Festival, Stadion Madya GBK, Jakarta, pada Sabtu, 4 Juli 2026. Sehari setelahnya, Tulus juga dijadwalkan tampil pukul 19.35 WIB di Rukun Stage, Prambanan Jazz Festival, Yogyakarta.

Tag:

Sign Up For Daily Newsletter

Stay updated with our weekly newsletter. Subscribe now to never miss an update!

I have read and agree to the terms & conditions

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *