PravadaNews – Pemerintah Indonesia akan mencari pasar-pasar ekspor baru untuk menggantikan Timur Tengah. Sebab, kondisi di Timur Tengah saat ini sedang tidak menentu akibat perang.
Berdasarkan data pada Januari-Februari 2026, ekspor Indonesia tumbuh sebesar 2,19%, jika dibandingkan periode sebelumnya.
Menteri Perdagangan (Mendag), Budi Santoso (Busan) mengatakan, neraca perdagangan Indonesia di kawasan Timur Tengah dalam kondisi bagus dan surplus.
Baca Juga: RI Jajaki Pasar Ekspor Baru
“Timur Tengah itu pada Januari-Februari kita masih surplus non-migasnya 641 juta dolar AS, masih positif,” kata Menteri Busan.
Menteri Busan berharap neraca perdagangan akan tetap tumbuh pada bulan selanjutnya. “Mudah-mudahan bulan maret masih tumbuh,” kata Menteri Busan.
Selain itu, Indonesia sedang penjajakan untuk mencari pasar ekspor baru di kawasan Afrika dan Asia.
“Kita mencoba menjajaki di Afrika, kemudian di Asia untuk menggantikan pasar di Timur Tengah,” kata Menteri Busan.
Di tengah kondisi geopolitik yang tidak menentu seperti ini, kata Menteri Busan, akan banyak pasar-pasar baru bermunculan.
“Biasanya pasar-pasar baru terbuka, karena ada negara-negara tertentu pasokannya berhenti, nah kita kesempatan masuk,” pungkas Menteri Busan.















