PravadaNews – Ketika dentuman senjata terus mengguncang berbagai belahan dunia, dampak perang tak lagi berhenti di medan pertempuran.
Gelombang konflik yang kian meluas kini mengancam keselamatan warga sipil sekaligus merambat ke perekonomian global, menciptakan tekanan yang dirasakan jauh dari wilayah peperangan.
Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres memperingatkan situasi tersebut sebagai “El Nino dalam bentuk perang”, menggambarkan konflik yang semakin intensif, saling memicu, dan menyebarkan dampak krisis ke berbagai kawasan.
Guterres pun menyerukan penghentian konflik serta penguatan perlindungan terhadap warga sipil, di tengah ancaman ketidakstabilan yang kian meluas, melansir Xinhua, Sabtu (24/10/2026).
Guterres menegaskan, serangan terhadap warga sipil dan objek sipil dilarang berdasarkan hukum internasional dan harus dihentikan.
Guterres mengingatkan dampak perang tidak terbatas pada wilayah pertempuran, tetapi mengganggu pasar energi, jalur pelayaran, rantai pasok, dan sistem keuangan.
Dampak tersebut semakin membebani dunia yang telah menghadapi ketimpangan ekonomi.
Guterres mengatakan sebagian masyarakat mampu menanggung kenaikan harga, sementara lainnya harus memilih antara memenuhi kebutuhan pangan dan membayar biaya pemanas.
Negara-negara berkembang yang lebih miskin juga menghadapi pilihan sulit antara membayar utang dan mengalokasikan anggaran untuk sektor kesehatan serta pendidikan.
Kondisi ini berpotensi memperberat tekanan ekonomi yang dirasakan masyarakat di negara-negara tersebut.
Guterres menyerukan penghentian pertempuran, termasuk konflik di Timur Tengah.
Guterres mendesak semua pihak menghormati hukum internasional, melindungi warga sipil, dan menjaga kebebasan navigasi di jalur pelayaran internasional.
Guterres juga meminta agar diplomasi diberi ruang untuk mencapai penyelesaian damai.
Guterres kembali menegaskan pentingnya menghentikan meluasnya perang, melindungi warga sipil, serta menciptakan ruang politik bagi diplomasi dan perdamaian.
Menurut Guterres, masyarakat di seluruh dunia menginginkan keamanan dan kehidupan yang bermartabat.
Guterres berharap pemerintah dan lembaga internasional dapat memenuhi harapan masyarakat melalui langkah nyata untuk menjaga keamanan dan mewujudkan perdamaian.














