Wali Kota Benyamin Davnie saat melakukan proses peletakan padi apung. (Dok. Pemkot Tangsel).

Beranda / Daerah / Pemkot Tangsel Uji Coba Tanam Padi Apung

Pemkot Tangsel Uji Coba Tanam Padi Apung

PravadaNews – Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Pemkot Tangsel) menguji coba penanaman padi apung di Tandon Ciater, Kecamatan Serpong. Upaya ini dilakukan untuk memperkuat ketahanan pangan daerah di tengah keterbatasan lahan persawahan di wilayah tersebut.

Wali Kota Tangerang Selatan Benyamin Davnie mengatakan, uji coba ini dilakukan dengan memanfaatkan tandon air sebagai alternatif lokasi budidaya padi. Langkah tersebut menjadi salah satu upaya mengoptimalkan aset daerah agar memiliki fungsi tambahan selain sebagai tempat penampungan air.

“Walaupun Tangsel tidak punya sawah, tidak punya areal sawah kering atau sawah tanah hijau, ya kita usahakan tandon-tandon yang ada di Tangerang Selatan itu kita jadikan multifungsi, termasuk dalam menanam tanaman padi,” ujar Benyamin, dikutip Jumat (30/10/2026).

Benyamin menjelaskan, penanaman padi apung di Tandon Ciater masih dalam tahap uji coba. Pemkot Tangsel akan mengevaluasi hasilnya hingga masa panen yang diperkirakan berlangsung pada akhir Januari 2027.

Pada tahap awal, Pemkot Tangsel menggunakan 200 lembar styrofoam sebagai media tanam. Setiap lembar dilengkapi 21 pot, dengan masing-masing pot berisi tiga bibit padi.

Dengan komposisi tersebut, terdapat 4.200 pot yang menampung total 12.600 bibit padi. Adapun varietas yang digunakan adalah Inpari 32, yang dipilih untuk uji coba budidaya di lokasi tersebut.

“Ini uji coba dulu. Satu pot tiga bibit, tiga batang padi, yang nanti akan panennya kita lihat nanti di Januari,” kata Benyamin.

Menurut Benyamin, hasil panen akan menjadi salah satu bahan evaluasi untuk menentukan kemungkinan pengembangan program di lokasi lain. Pemkot Tangsel juga akan mengkaji potensi pemanfaatan tandon untuk menanam komoditas lain, seperti sayuran dan cabai.

Ia menyebutkan, Tangsel memiliki sekitar 24 tandon yang berpotensi dikaji untuk pengembangan fungsi tambahan. Namun, pemanfaatan tandon lain untuk budidaya tanaman akan mempertimbangkan hasil uji coba, manfaat yang diperoleh, serta kesesuaian kondisi masing-masing lokasi.

Benyamin juga meminta perangkat daerah terkait menghitung dampak dan manfaat program tersebut, termasuk potensi kontribusinya terhadap pengendalian inflasi daerah. Menurutnya, evaluasi diperlukan agar pengembangan program tidak hanya berorientasi pada keberhasilan penanaman, tetapi juga manfaat yang dapat dihasilkan.

“Ini sementara ini kita uji coba dulu. Nanti kita lihat hasilnya seperti apa. Termasuk impact benefit-nya juga harus saya ukur,” kata Benyamin.

Untuk mendukung pelaksanaan program, Pemkot Tangsel akan berkoordinasi dengan Dinas Pertanian Provinsi Banten, Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA), Kementerian Pertanian, serta perangkat daerah terkait.

Selain mendukung ketahanan pangan, program ini diharapkan dapat mendorong keterlibatan generasi muda dalam sektor pertanian. Pemkot Tangsel membuka peluang pelibatan berbagai unsur masyarakat, termasuk Pramuka dan Karang Taruna, untuk menumbuhkan minat anak muda menjadi petani.

“Alhamdulillah TNI juga ngebantu, pramuka dan karang taruna juga ikut serta, dan semuanya kita dorong harus menjadi petani-petani muda,” ujar Benyamin.

Tag:

Sign Up For Daily Newsletter

Stay updated with our weekly newsletter. Subscribe now to never miss an update!

I have read and agree to the terms & conditions

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *