PravadaNews – Presiden RI Prabowo Subianto menegaskan komitmen pemerintah mempercepat transformasi layanan kesehatan nasional melalui pembangunan dan modernisasi fasilitas kesehatan dalam tiga tahun ke depan, saat meresmikan RSUD K.H. Muhammad Thohir Krui di Kabupaten Pesisir Barat, Lampung, Rabu (10/6/2026).
Kebijakan tersebut menjadi bagian dari strategi pemerintah memperkuat kualitas pelayanan publik sekaligus mendukung pembangunan ekonomi yang berkelanjutan.
“Kita ingin membangun ekonomi kita yang baik, yang kuat. Kita ingin mengelola sumber-sumber alam kita, kekayaan kita sehingga kita bisa memberi pelayanan kepada rakyat yang lebih baik lagi,” tutur Prabowo.
Transformasi kesehatan juga diarahkan pada penguatan layanan dasar melalui modernisasi puskesmas. Kebijakan ini menunjukkan pemerintah tidak hanya berorientasi pada layanan rujukan di rumah sakit, tetapi juga memperkuat pelayanan kesehatan primer yang menjadi garda terdepan masyarakat.
Pemerintah mempercepat transformasi layanan kesehatan nasional melalui pembangunan dan modernisasi fasilitas kesehatan dalam tiga tahun mendatang. Kebijakan tersebut menjadi bagian dari strategi memperluas akses pelayanan sekaligus memperkuat kualitas layanan kesehatan hingga daerah terpencil.
Menurut Kepala Negara itu, pembangunan rumah sakit dan peningkatan kualitas fasilitas kesehatan merupakan investasi jangka panjang bagi masyarakat. Pemerintah menargetkan pembangunan maupun modernisasi sekitar 350 hingga 400 rumah sakit dalam kurun tiga tahun mendatang.
Sebelumnya, Deputi Bidang Koordinasi Peningkatan Kualitas Kesehatan Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK), Sukadiono mengungkapkan keberadaan rumah sakit modern harus didukung tenaga medis yang memadai.
“Pemenuhan SDM kesehatan harus sejalan dengan kesiapan infrastruktur. Rumah sakit yang sudah berdiri harus segera didukung tenaga medis lengkap agar pelayanan rujukan tidak lagi menumpuk di kota besar,” tegas Sukadiono, dikutip Rabu (10/6)
Lebih lanjut, Sukadiono menjelaskan, pembangunan dan peningkatan kualitas 66 RSUD dilakukan secara bertahap selama periode 2025 hingga 2029. Sebanyak 32 rumah sakit ditargetkan dapat beroperasi pada akhir 2026 guna mempercepat pemerataan layanan rujukan kesehatan nasional. (Nia)















