Ilustrasi mobil listrik. (Foto: Dok. Wuling Motors)

Beranda / Nasional / PLN: Masa Depan Dunia Adalah Listrik

PLN: Masa Depan Dunia Adalah Listrik

PravadaNews – Peralihan kendaraan dari bahan bakar minyak (BBM) ke tenaga listrik mulai membuka sumber permintaan baru bagi PLN, bahkan kini merambah armada kendaraan di sektor pertambangan.

Direktur Retail dan Niaga PT PLN (Persero), M. Fahrur Rozy, mengatakan penggunaan listrik akan semakin luas seiring kendaraan yang sebelumnya mengandalkan BBM mulai beralih ke tenaga listrik.

Menurut Fahrur, perubahan itu terlihat dari peralihan kendaraan dengan mesin pembakaran internal (internal combustion engine/ICE) menuju kendaraan listrik (electric vehicle/EV) di berbagai sektor.

“Kalau bicara masa depan, masa depan dunia adalah listrik. Mohon maaf dulu saya, takutnya offside. Jadi, masa depan semuanya nanti listrik. Kendaraan yang awalnya BBM (ICE) berubah menjadi EV,” kata Fahrur dalam Investor Daily Summit 2026 di Hotel Raffles, Jakarta, Rabu (7/10/2026).

Peralihan ini, baginya, tidak hanya terjadi pada kendaraan penumpang, tapi juga mulai menjangkau kendaraan operasional di sektor pertambangan.

Fahrur menyebut, PLN telah bekerja sama dengan sembilan perusahaan tambang swasta yang bersedia melakukan peralihan menuju kendaraan listrik.

Masuknya kendaraan listrik ke kegiatan pertambangan dinilai menjadi sumber permintaan listrik baru karena operasional tambang selama ini banyak menggunakan kendaraan berbasis ICE.

“Bahkan sekarang di sektor pertambangan (mining), truk-truk yang selama ini menggunakan ICE di beberapa lokasi sudah mulai beralih menjadi EV. Kita sudah ada kerja sama dengan sembilan perusahaan tambang swasta yang bersedia melakukan peralihan ke EV. Ini merupakan sumber demand baru,” ujar Fahrur.

Pertumbuhan kendaraan listrik juga terlihat dari data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (GAIKINDO) yang mencatat penjualan mobil listrik berbasis baterai (battery electric vehicle/BEV) secara wholesales mencapai 101.171 unit pada Januari–Agustus 2026 atau meningkat 97,6% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Di sisi lain, total penjualan mobil secara wholesales mencapai 81.756 unit pada Agustus 2026, sedangkan sejumlah mobil listrik mulai masuk jajaran model dengan distribusi terbanyak pada bulan tersebut.

Elektrifikasi sektor tambang juga telah berjalan melalui penandatanganan Perjanjian Jual Beli Tenaga Listrik (PJBTL) antara PLN dan enam perusahaan tambang pada April 2026 dengan total kebutuhan daya 326 megavolt ampere (MVA).

Perkembangan itu turut diikuti Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) yang pada September 2026 membekali 11 tenaga teknis dari PT Saptaindra Sejati dan PT Alamtri mengenai sistem kelistrikan EV dan heavy EVuntuk pengoperasian serta pemeliharaan kendaraan listrik berkapasitas besar di pertambangan.

Tag:

Sign Up For Daily Newsletter

Stay updated with our weekly newsletter. Subscribe now to never miss an update!

I have read and agree to the terms & conditions

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *