Beranda / Ekonomi / PNBP ESDM Baru Rp127,71 Triliun Hilirisasi Jadi Fokus Pemerintah

PNBP ESDM Baru Rp127,71 Triliun Hilirisasi Jadi Fokus Pemerintah

PravadaNews – Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) sektor Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) baru mencapai Rp 127,71 triliun hingga September 2026. Untuk mencapai target, pemerintah pun mengandalkan hilirisasi mineral untuk meningkatkan nilai tambah sumber daya alam.

Adapun pencapaian Rp 127,71 triliun tersebut setara dengan 93,78 persen dari target Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026 sebesar Rp136,18 triliun.

Namun, alih-alih mengejar target, Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia justru menargetkan PNBP sektor ESDM dapat mencapai Rp165 triliun hingga akhir 2026. Target tersebut lebih tinggi dibandingkan target APBN yang telah ditetapkan.

“Saya menargetkan PNBP kita, dari target Rp 137 triliun, harus bisa mencapai Rp165 triliun,” ujar Bahlil dalam Upacara Hari Jadi Pertambangan dan Energi ke-81 di Jakarta, dikutip Sabtu (24/10/2026).

Adapun PNBP merupakan penerimaan yang diperoleh pemerintah pusat dari sumber selain pajak dan hibah sesuai ketentuan perundang-undangan. Dalam sektor ESDM, penerimaan ini berasal dari kegiatan pertambangan mineral dan batu bara serta minyak dan gas bumi.

Penerimaan tersebut masuk ke kas negara dan menjadi salah satu sumber pendapatan dalam APBN untuk membiayai berbagai kebutuhan pemerintah. Oleh karena itu, optimalisasi PNBP menjadi salah satu upaya untuk penerimaan negara dan pembiayaan pembangunan.

Bahlil menyebut, untuk mencapai target itu, pemerintah tidak hanya berfokus pada produksi komoditas, tetapi juga terhadap pengolahan lebih lanjut di dalam negeri lewat hilirisasi.

Lima dari 14 smelter terintegrasi, kata Bahlil, telah selesai dibangun dengan nilai investasi mencapai 7,8 miliar dollar AS. Tahap berikutnya diarahkan pada pengembangan industri prekursor, katoda, hingga baterai.

Pengembangan industri tersebut diharapkan membuat Indonesia memperoleh nilai tambah lebih besar dari pengolahan mineral, khususnya nikel. Dengan begitu, maka manfaat ekonomi dari sumber daya alam tidak hanya berasal dari penjualan bahan mentah atau produk olahan awal.

Selain hilirisasi, sektor hulu minyak dan gas bumi (migas) juga berkontribusi terhadap penerimaan negara. Pada 2025, lifting minyak Indonesia mencapai sekitar 605,9 ribu barel per hari 

Sementara itu, PNBP sumber daya alam batu bara telah mencapai 92,02 persen dari target APBN hingga September 2026. Pemerintah menata produksi batu bara agar tidak semata-mata mengejar volume, tetapi juga memperhatikan nilai tambah dari pengelolaan sumber daya tersebut.

Sebagai perbandingan, PNBP Kementerian ESDM pada 2025 mencapai Rp 138,4 triliun atau 108,56 persen dari target Rp 127,49 triliun.

Secara keseluruhan, investasi sektor ESDM pada 2025 tercatat mencapai 31,97 miliar dollar AS. Hal itu menjadi tolak ukur untuk meningkatkan kinerja sektor ESDM

Maka dari itu, Bahlil meminta seluruh jajaran ESDM untuk memastikan setiap rencana kerja dapat direalisasikan.

“Jangan hanya bikin konsep, konsep, konsep terus, tidak pernah mengeksekusi konsep,” kata Bahlil.

Pemerintah berharap penguatan hilirisasi dan optimalisasi pengelolaan sektor pertambangan serta migas dapat meningkatkan penerimaan negara sekaligus memberikan nilai tambah bagi perekonomian Indonesia.

Tag:

Sign Up For Daily Newsletter

Stay updated with our weekly newsletter. Subscribe now to never miss an update!

I have read and agree to the terms & conditions

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *