PravadaNews – Konten Kreator sekaligus praktisi sumber daya manusia (HR), Samuel Ray, menyoroti kecemasan pekerja muda yang menghadapi pekerjaan pertama tidak sesuai harapan hingga ketidakpastian masa percobaan.
Keresahan itu ditemukan Samuel ketika bertemu dengan para pencari kerja dan membagikan pengalaman karier melalui media sosial. Sebagian pekerja muda merasa bimbang dengan pekerjaan pertama, sementara sebagian lainnya harus kembali menjalani masa percobaan.
Menurutnya, masa percobaan atau probation menjadi salah satu tahap yang penuh ketidakpastian bagi pekerja baru.
Sebab, pekerja belum mengetahui apakah dapat melanjutkan pekerjaan atau harus mencari kesempatan di tempat lain.
“Masa probation itu kan kalau kita anggap dalam karier itu tiga bulan yang serba tidak pasti. Apa pun bisa terjadi. Bisa lulus probation, bisa tidak lulus, bisa pindah ke tempat lain,” jelas Samuel, Sabtu (31/10/2026).
Di balik ketidakpastian tersebut, Samuel memandang pekerjaan pertama bukan menjadi penentu nilai diri seseorang. Pengalaman bekerja juga membuat Samuel menyadari perjalanan karier dapat berubah seiring waktu.
Samuel sendiri pernah menghabiskan 11 tahun bekerja di perusahaan sebelum akhirnya memutuskan untuk mengundurkan diri. Kariernya dimulai dari bekerja di sebuah bank Jepang hingga memperoleh berbagai pengalaman di dunia korporasi.
Selama menjalani pekerjaan ini, Samuel mengaku sempat menjadikan jabatan sebagai salah satu tujuan dalam berkarier. Ketika berusia 20-an, Samuel lebih mengejar prestise dan merasa bangga dengan jabatan yang tercantum pada kartu nama.
Namun, pandangan itu mulai berubah ketika Samuel memasuki usia akhir 30-an. Samuel kini lebih mengutamakan keseimbangan hidup serta kesempatan mengembangkan potensi diri dibandingkan sekadar mengejar jabatan.
Perubahan tersebut membuat Samuel memahami setiap tahap kehidupan dapat membawa tujuan karier yang berbeda. Pengalaman ini juga menjadi bagian dari pandangannya mengenai tantangan yang dihadapi para pekerja muda.
Setelah meninggalkan dunia korporasi, Samuel mengembangkan kegiatannya sebagai penulis dan kreator konten. Berbagai pengalaman selama bekerja kemudian menjadi bahan untuk berbagi pengetahuan seputar dunia kerja.
Salah satu hasilnya yakni buku Lagi Probation yang membahas perjuangan pekerja dalam menghadapi tantangan karier. Melalui buku itu, Samuel mengangkat pentingnya kerja keras dan sikap pantang menyerah ketika menghadapi ketidakpastian pekerjaan.
Meski memiliki pengalaman panjang sebagai praktisi HR, Samuel mengakui masih mempunyai keterbatasan pengetahuan. Karenanya, Samuel memilih membagikan ilmu berdasarkan pengalaman dan hal-hal yang memang dikuasainya.
Dari perjalanan kariernya, Samuel mengajak pekerja muda untuk tidak takut mencoba berbagai kesempatan. Samuel juga menekankan pentingnya terus berusaha meskipun pekerjaan pertama belum berjalan sesuai dengan harapan.














