Suasana Stadion Barombong di Makassar yang Mangkrak. (Foto: Dok. PravadaNews)

Beranda / Hukum / Tak Ada Stadion Mau Main di Mana?

Tak Ada Stadion Mau Main di Mana?

PravadaNews – Kondisi mangkraknya pembangunan Stadion Barombong kembali menuai sorotan publik. Proyek yang digadang-gadang menjadi salah satu stadion bertaraf internasional di Sulawesi Selatan (Sulsel) itu hingga kini belum juga rampung, memicu keprihatinan berbagai pihak, termasuk pengamat sepak bola nasional Justinus Lhaksana atau yang akrab disapa Coach Justin.

Coach Justin menilai, terbengkalainya Stadion Barombong bukan sekadar persoalan infrastruktur, melainkan juga berdampak langsung terhadap perkembangan sepak bola, baik di tingkat lokal maupun nasional.

Coach Justin menegaskan, keberadaan stadion yang layak merupakan elemen penting dalam pembinaan pemain muda dan peningkatan kualitas kompetisi.

Menurut Coach Justin, kota seperti Makassar yang memiliki potensi besar dalam dunia sepak bola seharusnya didukung fasilitas memadai agar dapat melahirkan talenta-talenta baru. Namun, kondisi stadion yang tak kunjung selesai justru menjadi penghambat serius.

“Enggak ada stadion, mau main di mana?” ujar Coach Justin dikutip Jumat (1/5/2026).

Coach Justin menambahkan, stadion seperti Barombong seharusnya menjadi pusat aktivitas sepak bola yang bisa dimanfaatkan dalam jangka panjang, baik untuk pertandingan resmi maupun pembinaan usia dini. Tanpa fasilitas yang memadai, klub dan pemain akan kesulitan berkembang secara optimal.

Lebih jauh, Coach Justin menilai persoalan mangkraknya proyek stadion ini perlu mendapat perhatian serius dari aparat penegak hukum.

Pasalnya, selain berpotensi merugikan negara dari sisi anggaran, kondisi tersebut juga menghilangkan harapan masyarakat Makassar untuk memiliki stadion representatif berstandar internasional.

“Ini bukan hanya soal bangunan yang tidak selesai, tapi juga soal harapan masyarakat yang pupus. Harus ada pertanggungjawaban yang jelas,” tegas Coach Justin.

Coach Justin juga menyinggung kasus serupa bukan pertama kali terjadi di Indonesia. Menurutnya, ada pola berulang di mana proyek stadion dibangun dengan anggaran besar, sering kali terkait momentum event tertentu, namun setelah itu justru terbengkalai tanpa pemanfaatan yang jelas.

“Hal seperti ini sudah beberapa kali terjadi. Stadion dibangun, habis sebuah event, lalu ditinggalkan. Semoga ini tidak terjadi lagi karena benar-benar mubazir,” ujar Coach Justin.

Coach Justin menekankan pentingnya pengawasan dari pemerintah agar setiap proyek infrastruktur olahraga direncanakan secara matang dan berorientasi jangka panjang. Coach Justin berharap ke depan tidak ada lagi proyek stadion yang hanya menjadi simbol sesaat tanpa manfaat berkelanjutan.

“Harus dikontrol dengan baik oleh pemerintah, bahwa stadion itu bisa dimanfaatkan dalam jangka panjang, bukan hanya untuk proyek sesaat,” tambah Coach Justin.

Seperti diketahui, sorotan terhadap Stadion Barombong juga mencerminkan keresahan masyarakat pecinta sepak bola di Makassar yang selama ini menantikan kehadiran stadion modern. Dengan potensi besar yang dimiliki daerah tersebut, keberadaan fasilitas olahraga yang memadai dinilai sangat krusial untuk mendorong kemajuan sepak bola nasional.

Hingga kini, belum ada kepastian terkait kelanjutan pembangunan stadion tersebut. Publik pun berharap pemerintah dan pihak terkait segera mengambil langkah konkret agar proyek yang telah menelan anggaran ratusan miliar itu tidak terus menjadi simbol kegagalan perencanaan pembangunan.

Kasus Stadion Barombong menjadi pengingat penting pembangunan infrastruktur olahraga tidak hanya soal pembangunan fisik, tetapi juga menyangkut komitmen, transparansi, serta keberlanjutan pemanfaatannya bagi masyarakat luas.

Tag:

Sign Up For Daily Newsletter

Stay updated with our weekly newsletter. Subscribe now to never miss an update!

I have read and agree to the terms & conditions

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *