PravadaNews – Masyarakat perlu mengatur pola makan setelah mengonsumsi daging kurban, baik sapi maupun kambing, untuk menjaga kadar kolesterol.
Langkah itu penting karena daging merah, jeroan, santan, dan gorengan dapat menambah asupan lemak jenuh.
Kewaspadaan tersebut menjadi relevan setelah Iduladha, ketika olahan daging kurban masih banyak dikonsumsi di rumah. Pengaturan porsi dan pilihan menu pendamping diperlukan agar konsumsi daging tidak berlebihan.
Berdasarkan laman Alodokter, kolesterol tetap dibutuhkan tubuh untuk membentuk sel sehat, hormon, dan vitamin D.
Baca Juga: Tips Sehat Olah Daging Kambing Alot
Namun, kadar kolesterol berlebih dapat menumpuk di pembuluh darah dan meningkatkan risiko penyakit jantung serta stroke.
“Kolesterol tinggi tidak menimbulkan gejala. Akibatnya, banyak orang yang tidak sadar kadar kolesterolnya tinggi sampai terserang komplikasi serius, seperti penyakit jantung atau stroke,” tulis Alodokter, dilansir redaksi, Jumat (29/5/2026).
Karena itu, cara pertama yang dapat dilakukan ialah membatasi makanan tinggi lemak jenuh dan lemak trans. Jenis makanan tersebut meliputi daging merah berlebihan, jeroan, gorengan, mentega, makanan cepat saji, dan kue tinggi lemak.
Cara kedua ialah memperbanyak makanan tinggi serat larut setelah mengonsumsi hidangan berbahan daging. Serat larut dapat diperoleh dari buah, sayuran, kacang-kacangan, biji-bijian, dan oat.
Selain makanan, cara ketiga dilakukan dengan memilih minuman yang lebih sehat dan rendah gula. Teh hijau, teh hitam, jus buah tanpa gula, susu kedelai, susu almond, dan susu oat dapat menjadi pilihan.
Sementara itu, Kementerian Kesehatan melalui Gerakan Masyarakat Hidup Sehat mendorong aktivitas fisik dan konsumsi buah serta sayur.
Pemeriksaan kesehatan rutin juga menjadi bagian penting untuk mencegah risiko penyakit tidak menular. Dengan demikian, cara keempat ialah berolahraga secara rutin melalui aktivitas ringan hingga sedang.
Jalan cepat, bersepeda, berenang, atau senam aerobik dapat membantu menjaga kolesterol baik dan menekan kolesterol jahat. Adapun Cara kelima ialah memeriksa kadar kolesterol secara berkala, terutama bagi kelompok berisiko.
Pemeriksaan diperlukan bagi warga dengan riwayat kolesterol tinggi, obesitas, diabetes, hipertensi, atau kebiasaan merokok. (Nur Aida Nasution)















