PravadaNews – Persija Jakarta menegaskan komitmennya untuk terus mengembangkan pemain muda sebagai bagian dari fondasi jangka panjang klub, meski di saat yang sama harus menghadapi tuntutan tinggi untuk bersaing meraih gelar juara di level Super League.
Memasuki era baru di bawah kepemimpinan pelatih asal Korea Selatan, Shin Tae-yong (STY), kebijakan pembinaan talenta muda diperkirakan akan semakin mendapat perhatian serius.
Kehadiran Shin tidak hanya diharapkan mampu meningkatkan performa tim utama, tetapi juga memperkuat jalur regenerasi pemain melalui pembinaan yang lebih terstruktur, sehingga Persija dapat terus melahirkan pemain-pemain berkualitas yang mampu bersaing di level tertinggi sepak bola nasional maupun internasional.
Langkah tersebut menunjukkan Macan Kemayoran tidak hanya berfokus pada target jangka pendek berupa prestasi di lapangan, tetapi juga berupaya membangun kekuatan tim yang berkelanjutan melalui investasi pada generasi muda.
Rekam jejak Shin Tae-yong yang konsisten memberi ruang bagi pemain muda menjadi sinyal positif. Proses regenerasi di tubuh Macan Kemayoran akan tetap berjalan seiring dengan ambisi meraih hasil terbaik.
“Ada cukup banyak pemain muda di Indonesia. Demi masa depan sepak bola Indonesia, saya berpikir bahwa kami harus secara jelas dan pasti memberikan banyak kesempatan bermain kepada para pemain muda,” kata Shin Tae-yong dikutip dari laman Persija, Selasa (9/6/2028).
“Tentu saja hal itu bisa berubah tergantung situasi. Namun, saya selalu berpikir bahwa anak-anak muda Indonesia harus berkembang melalui pertandingan secara langsung. Hanya dengan cara itulah sepak bola Indonesia bisa maju. Saya selalu memegang prinsip itu,” tuturnya.
Sebelumnya, Persija menutup kiprahnya di Super League 2025/2026 dengan tradisi luhur yang patut diapresiasi. Sepanjang musim, lima pemain muda berhasil mencatatkan debut bersama tim utama, yakni Arlyansyah Abdulmanan, Jehan Pahlevi, Figo Dennis, Dia Syayid, dan Hafizh Rizkianur.
Dalam lima musim terakhir, sebanyak 23 lulusan Elite Pro Academy (EPA) Persija telah menembus tim utama dan menjalani debut profesional bersama Macan Kemayoran. Catatan tersebut menjadi bukti nyata bahwa jalur pembinaan yang dibangun Persija terus menghasilkan regenerasi yang berkelanjutan.















