Director of External Relations CNGR Indonesia Magdalena Veronika (Foto : Dok. Insignia)

Beranda / Ekonomi / Maksimalkan Hilirisasi Mineral

Maksimalkan Hilirisasi Mineral

PravadaNews – Hilirisasi mineral perlu dilakukan Indonesia sebagai nilai tambah. Indonesia memiliki banyak komoditas mineral yang harus dimaksimalkan.

Indonesia sebagai produsen nikel terbesar harus melakukan pengembangan dan riset. Sehingga, nilai tambah yang dihasilkan dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan industri.

“Dengan cadangan yang hanya sekitar 31 tahun, jangan sampai barangnya habis, sehingga kami sangat mementingkan R&D melalui pilot project agar bisa diindustrialisasikan,” Director of External Relations CNGR Indonesia, Magdalena Veronika dikutip Jumat (19/6/2026).

Baca Juga: BI Rate Naik Jadi 5,75 Persen untuk Perkuat Rupiah

Veronika menilai, pengembangan dan riset yang dilakukan juga harus melibatkan masyarakat. Sehingga, masyarakat akan mendapatkan manfaat dari riset tersebut.

“Masyarakat tidak hanya menjadi operator, tetapi harus menerima transfer teknologi melalui kurikulum implementatif agar siap mengisi kebutuhan pengusaha,” kata Veronika.

Di sisi lain, Bupati Bulungan, Syarwani mengatakan, daerah pengolahan harus menempatkan pembangunan hijau sebagai dasar kebijakan ekonomi dan sosial. “Visi Kabupaten Bulungan sesuai RPJMD adalah membangun Kabupaten Bulungan yang berdaulat melalui pembangunan hijau yang berkelanjutan,” kata Syarwani.

Syarwani menjelaskan Bulungan tidak bertumpu pada kepemilikan mineral, tetapi mengambil peran dalam pengolahan komoditas strategis. “Melalui kawasan yang ada kurang lebih hampir 32 ribu hektare, memang tidak ada mineral, namun Bulungan mengutamakan pengolahannya,” kata Syarwani.

Pengembangan kawasan industri mineral membutuhkan pasokan listrik hijau dalam skala besar dan stabil. Syarwani menyebut penetapan Proyek Strategis Nasional atau PSN terkait energi terbarukan menjadi bagian dari daya tarik kawasan.

“Penetapan sebagai PSN karena adanya energi terbarukan melalui pembangunan PLTA Sungai Kayan berkapasitas 9 ribu sampai 12 ribu megawatt,” ujar Syarwani. Dengan kebutuhan sumber daya manusia atau SDM mencapai 60 ribu sampai 100 ribu orang, masyarakat lokal harus masuk sebagai tenaga terampil.

Tag:

Sign Up For Daily Newsletter

Stay updated with our weekly newsletter. Subscribe now to never miss an update!

I have read and agree to the terms & conditions

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *